Pilkada DKI Jakarta Terancam Diganggu Sengketa Meruya
Sabtu, 19 Mei 2007 13:33 WIB
Jakarta - Kisruh lahan Meruya Selatan terus memanas. Jika tidak cepat terselesaikan, dikhawatirkan dapat berdampak pada Pilkada DKI Jakarta 2007."Pilkada DKI sudah dekat, warga perlu mendapat ketenangan. Kalau kasus-kasus tidak diselesaikan akan menimbulkan keresahan dan warga menjadi mudah terhadap provokasi serta mudah dimanfaatkan. Ini yang kita hidari," kata Ketua Tim Kerja Pertanahan Komisi II DPR Nasir Jamil.Hal ini disampaikan Nasir usai diskusi di Mario's Place, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2007).Nasir meminta warga Meruya Selatan tidak terlalu waswas dan sabar menunggu proses mediasi.Menurut dia, pemerintah harus membuat aturan untuk mengantisipasi perkembangan hukum pertanahan. "Kita memberi saran kepada Presiden SBY, bisa lewat Seskab Sudi Silalahi dan Mensesneg Hatta Rajasa," ujar politisi PKS ini.Panja PertanahanDalam kesempatan itu, Nasir menuturkan kasus sengketa tanah menggunung di DPR. Untuk itu, perlu dibentuk Panja DPR khusus menangani kasus pertanahan."Tahun 2004 sampai tahun 2009 yang masuk ke DPR ada 500 kasus, belum lagi yang tahun sebelumnya. Salah satunya, kasus Meruya. Kami akan bentuk panja DPR secepatnya," kata Nasir.
(aan/asy)











































