Ombak di Pantai Cilauteurun Masih Tinggi, Nelayan Dilarang Melaut
Jumat, 18 Mei 2007 19:01 WIB
Garut -
Gelombang ombak di Pantai Cilauteurun, Garut, Jawa Barat masih tinggi. Nelayan yang biasa mencari ikan pun tak berani melaut. Apalagi, Pelabuhan Perikanan Pantai Cilauteurun melarang mereka terjun ke laut untuk sementara."Kami memberikan imbauan untuk sementara dilarang turun ke laut karena gelombang masih terlihat tinggi di kawasan pantai. Sewaktu-waktu bisa terjadi gelombang pasang kembali," kata Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Cilateurun Asep Zainal Mustafa di kantornya, Cikelet, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/5/2007).Asep mengatakan, terhentinya aktivitas para nelayan itu tentu mendatangkan konsekuensi. Sejumlah tempat pelelangan ikan dipastikan akan mengalami kerugian cukup besar karena tidak bisa mengolah hasil laut.Meski belum dipastikan berapa kerugiannya, lanjut Asep, namun terhentinya pasokan ikan itu pasti akan berpengaruh pada kondisi ekonomi para nelayan. "Kita masih terus melakukan pendataan berapa perahu dan alat tangkap yang rusak," ujarnya.Menurut data yang dimiliki Pelabuhan Perikanan Pantai Cilauteurun, nelayan yang tidak dapat beraktivitas seperti biasa tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Garut. Nelayan yang paling banyak berada di Pantai Cilateurun yaitu 1.134 nelayan. Pantai Rancabuaya dan Citangggeleuh 839 nelayan. Pantai Cobalong 596 nelayan dan Pantai Cimarimuara 573 nelayan.Jadi Tontonan WargaGelombang pasang di sejumlah pantai di laut Selatan mengundang perhatian masyarakat. Mereka pun berbondong-bondong datang ke pinggir pantai yang diterjang gelombang air laut setinggi hingga 5 meter.Seperti yang terlihat di Pantai Cilauteurun, Garut, Jawa Barat. 50-an orang sengaja datang ke pantai itu hanya untuk sekedar menyaksikan lokasi yang menjadi amukan gelombang pasang.Warga yang menyaksikan ombak itu tentu saja bukan bertempat tinggal di sekitar pantai. Mereka juga antusias menyaksikan ombak yang masih tinggi. Sesekali, mereka berlari dan berteriak saat ombak datang dan mencapai bibir pantai.Sementara warga yang tinggal di sekitar pantai terlihat sibuk berbenah. Mereka membereskan barang-barangnya yang akan dibawa mengungsi.
(ken/mar)










































