Pilkada Kupang Curang, Warga Mengamuk di Kantor Lurah
Jumat, 18 Mei 2007 10:29 WIB
Kupang - Ratusan warga melakukan aksi protes di Kantor lurah Fatubesi Kecamatan Kelapa Lima. Mereka mengamuk karena tidak terdaftar sebagai pemilih Pilkada langsung yang kali pertamanya dilaksanakan di kota Kupang. Dalam aksinya, mereka membawa spanduk tentang dugaan adanya kecurangan pada saat pendaftaran pemilih.Aksi yang sama juga dilakukan oleh warga Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo. Warga Kayu Putih ini sempat menyegel kantor lurah sejak pukul 16.30 Wita pada Kamis, 17 Mei lalu. Sedangkan di Kelurahan Liliba, warga menemukan ratusan kartu pemilih ilegal. Kartu pemilih tersebut tertulis nama warga yang tidak berdomisili di kelurahan tersebut. Sementara di Kelurahan Oebobo, seorang balita berumur 1,5 tahun justru terdaftar sebagai daftar pemilih. Total keseluruhan warga yang memiliki hak pilihnya namun tidak terdaftar berjumlah 300 orang.Koordinator Perkumpulan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Masyarakat Kota Kupang Adi Nange mengatakan bahwa lebih dari 10.000 warga Kupang tidak terdaftar dalam Pilkada Langsung ini. "Karena diduga ada konspigurasi antara Pemkot Kupang dengan figur kandidat tertentu untuk menghilangkan hak suara dari puluhan warga ini," ujarnya kepada detikcom, Jumat (18/5/2007).Masyarakat yang tidak terdaftar dalam Pilkada tersebut, rencananya akan mengajukan gugatan secara class action ke KPUD dan Pemkot Kupang karena tidak bertindak independen dalam Pilkada langsung ini.
(ziz/gah)











































