Parpol Diminta Tidur Usai Pemilu
Rabu, 16 Mei 2007 12:07 WIB
Jakarta - Parpol diminta tidak lagi melakukan kegiatan setelah pemilu. Apalagi sampai memikirkan untuk mendirikan badan usaha milik partai (BUMP). Bisa-bisa terjadi perselingkuhan.Kegiatan setelah pemilu digelar hanya menambah anggaran parpol saja. Kegiatan parpol selanjutnya cukup dilakukan lewat perwakilan mereka di parlemen."Menurut hemat saya, partai tidur saja setelah pemilu, tidak usah lagi melakukan kegiatan secara langsung dan institusional, karena pelaksanaan fungsi parpol dijalankan anggota parlemen," kata anggota Komisi I DPR Hajrianto Y Tohari.Hajrianto menyampaikan hal itu dalam diskusi Kontroversi Menyikapi BUMP di Habibie Center, Jalan Kemang Selatan, Jakarta, Rabu (16/5/2007).Menurutnya, jika parpol diberi kewenangan untuk mendirikan BUMP dikhawatirkan berpotensi menimbulkan perselingkuhan antara politik dan bisnis.Karena itu, untuk menekan anggaran parpol cukup dengan meminimalisir kegiatan parpol yang hanya dibiayai APBN."Parpol cukup menjalankan fungsi komunikasi politik, menyerap aspirasi dan melakukan agregasi terhadap konstituen," ujarnya.Sedangkn sebagai anggota parlemen, mereka bisa menindaklanjuti dan memperjuangkannya melalui fungsi legislatif, anggaran dan pengawasan.Hal senada juga disampaikan Direktur Cetro Hadar Gumay yang mengatakan, sumber anggaran parpol lebih baik hanya dari sumbangan konstituen. "Jadi tidak perlu cari source-source baru seperti BUMP," kata Hadar.Dia mengatakan, jika parpol memiliki BUMP dikhawatirkan proyek-proyek negara bisa diserap parpol pemenang pemilu."Saya sependapat dengan usulan pembatasan-pembatasan dalam UU parpol mengenai besaran sumbangan yang diterima parpol, baik perseorangan maupun perusahaan. Jadi tidak perlu lagi BUMP," katanya.
(umi/nrl)











































