Perampok Gasak Rp 200 Juta dan Tembak Korban di Aceh

Perampok Gasak Rp 200 Juta dan Tembak Korban di Aceh

- detikNews
Selasa, 15 Mei 2007 15:57 WIB
Banda Aceh - Aksi perampokan dengan menggunakan senjata api marak akhir-akhir ini di Aceh. Jika beberapa waktu lalu aksi-aksi seperti ini hanya terjadi di wilayah perbatasan Aceh seperti di kawasan timur Aceh, kini perampokan bersenjata ini suda beraksi di Banda Aceh. Tak tanggung, aksi terjadi di siang bolong. Kejadian perampokan bersenjata ini terjadi di PT Kande Agung di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh sekitar pukul 09.30 WIB, Selasa (15/5/2007). Selain berhasil menggasak Rp 200 juta, salah satu pegawai PT KAnde Agung, Ibrahim (70) ditembak pelaku. Hinga siang ini, kondisi korban kritis. "Korban terkena tembakan di bagian lambung, bahu sebelah kiri tembus, dan siku sebelah kanan tekena tembakan. Hasil rontgen tulang siku patah," ujar salah seorang tenaga medis yang tengah merawat Ibrahim di UGD RS Kesehatan Kodam Iskandar Muda. Usai diperiksa secara instensif, Ibrahim segera dilarikan ke RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh untuk menjalani operasi. Sementara itu, dari beberapa saksi mata di lokasi kejadian disebutkan, dua pelaku perampokan mengendarai sepeda motor jenis RX King. Salah seorang menunggu di sepeda motor, sedangkan, pelaku lainnya berbaur dengan para pekerja menunggu jam kerja. "Kami pikir mereka mau membeli gula atau apa. Ya, dia duduk-duduk dengan kami. Tapi begitu Pak Ibrahim keluar dari gudang, dia langsung menyerang Pak Ibrahim dan merampas bungkusan plastik dari tangan Pak Ibrahim. Tapi salah satu teman kami datang mau melerai," terang salah seorang saksi mata pada wartawan yang tak mau menyebutkan namanya. Setelah itu, menurut saksi mata tersebut, pelaku mengeluarkan senjata jenis pistol dan menembak ke arah teman mereka. Tapi tembakan lolos. Kemudian, secara membabi buta, pelaku menembak Ibrahim. Terkena tiga tembakan, Ibrahim rebah, bungkusan plastik yang berisi uang Rp 200 juta dan selembar cek senilai Rp 500 juta dilarikan pelaku. Tapi cek ini kemudian segera diblokir. Kejadian yang tiba-tiba dan bak aksi koboi di sing bolong itu mengejutkan para pekerja perusahaan distributor gula, minyak dan beberapa kebutuhan pokok lainya itu. Kedua pelaku kemudian melarikan diri dengan sepeda motor ke arah Lambaro. "Sepertinya pelaku memang sudah mempelajari situasi. Korban setiap hari sekitar pukul 09.30 WIB akan menyetor uang ke bank," terang Kapoltabes Banda Aceh, Kombes Zulkarnain pada wartawan di RS Kesdam Banda Aceh. Kejadian perampokan dengan menggunakan senjata api ini dikatakan Zulkarnain adalah kali pertama terjadi di Banda Aceh sejak Aceh memasuki masa damai. "Kita terus mengembangkan kejadian ini dan mengejar pelakunya. Pengamanan di beberapa tempat juga kita tingkatkan," akunya. Menurut Zulkarnain, selama ini aksi kriminal yang cukup mencolok di Banda Aceh adalah berupa pencurian sepeda motor, penipuan dan pengancaman. (ray/djo)


Berita Terkait