Akui Heterogenitas, PKS Usung Piagam Madinah

Akui Heterogenitas, PKS Usung Piagam Madinah

- detikNews
Senin, 14 Mei 2007 11:45 WIB
Jakarta - PKS tidak akan menerapkan Piagam Jakarta sebagaimana diisukan sejumlah pihak dengan kemenangan partai Islam tersebut dalam pilkada di Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu."Kita tidak pernah mengusung Piagam Jakarta, tapi mengusung Piagam Madinah, karena Piagam Madinah itu mengakui heterogenitas," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring usai mengikuti pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Sa'ajudin dan Wakil Bupati Darip Mulyana di gedung DPRD Kabupaten Bekasi, kompleks perumahan Delta Mas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/14/2007). Tifatul mengatakan, penerapan Piagam Madinah tersebut sudah menjadi keputusan partainya. Ia mencontohkan, dalam Piagam Madinah tersebut, ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, di sana sudah ada kaum Yahudi, Nasrani dan musyrikin yang lebih dulu mendiami kota Madinah. Melalui piagam tersebut, masing-masing penganut agama bebas menjalankan keyakinannya."Kita bebas menjalankan keyakinan masing-masing, tidak saling serang tapi membikin perjanjian, kalau ada musuh dari luar kita hadapi bersama, konsep ini yang kita ambil," ujar Tifatul.Karena itu ia membantah jika partainya bercorak sektarianisme dan anti pluralisme."Kita tidak sektarian untuk satu kelompok. Kita perjuangkan untuk bangsa. Kalau ada isu PKS sektarianisme jika memenangkan pilkada, kita sudah buktikan di pemilu legislatif seperti di DKI beberapa waktu lalu," tambah Tifatul.Dalam Pilkada Kabupaten Bekasi, PKS mengusung pasangan Sa'ajudin-Darip tanpa berkoalisi dengan parpol manapun. Dari 52 persen warga Bekasi yang menggunakan hak pilihnya, PKS memperoleh suara terbanyak. (anw/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads