Chevron Klaim Buangan Limbah Tak Cemari Lingkungan

Chevron Klaim Buangan Limbah Tak Cemari Lingkungan

- detikNews
Sabtu, 12 Mei 2007 15:06 WIB
Pekanbaru - Masyarakat tradisional Suku Sakai menuding pengelolaan limbah milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mencemari lingkungan penduduk. Namun perusahaan asal AS ini menepisnya.Juru Bicara PT CPI Jeanny Simanjutak mengatakan, dalam beroperasi, CPI berpegang teguh pada komitmennya menjaga lingkungan.Jeanny mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Sabtu (12/5/2007)Standar prosedur itu berlaku di semua lini perusahaan, terrmasuk fasilitas pengolahan lumpur (Centralized Mud Treating Facility/CMTF) di lapangan Arak Kabupaten Bengkalis, Riau."CPI maupun mitra kerja yang mengoperasikannya selalu memantau mutu air yang keluar dari proses pengolahan lumpur CMTF Arak dengan uji laboratorium," tegasnya.Hal ini untuk memastikan air tersebut memenuhi baku mutu yang ditetapkan undang-undang lingkungan.Uji mutu air dari CMTF dilakukan mitra kerja CPI setiap hari. Untuk lebih memastikannya, laboratorium CPI juga melakukan pengujian atas mutu air buangan CMTF setiap dua minggu sekali. "Sampai sejauh ini, hasil pemantauan kami menunjukkan bahwa air buangan dari CMTF memenuhi semua parameter yang dipersyaratkan Kep-03/Bapedal/09/1995," katanya.Pengoperasian CMTF di lapangan Arak, imbuh dia, sudah mendapat izin dari Menteri Negara Lingkungan Hidup melalui Keputusan Menneg LH Nomor 111/2005.Keputusan tersebut dibuat setelah staf Asisten Deputi Urusan Pertambangan, Energi dan Migas, Kementerian Negara Lingkungan Hidup melakukan klarifikasi teknis terhadap CMTF. "Fasilitas tersebut telah memenuhi persyaratan, sesuai dengan keputusan Bapedal nomor Kep-03/Bapedal/09/1995 tentang persyaratan teknis pengolahan limbah B3," kata Jeanny.Bantahan CPI terkait erat dengan demo 300 masyarakat Sakai dengan menduduki ladang minyak Arak. Mereka menilai CPI tidak becus mengelola limbah minyak mereka.Akibat pengelolaan limbah yang tidak beres, masyarakat Sakai menderita gatal-gatal sejak enam bulan lalu.Menurut Ketua Adat Sakai, Matar, limbah minyak PT CPI yang dibuang ke sungai juga mengakibatkan masyarakat Sakai kehilangan mata pencaharian."Sungai kami sekarang tercemar limbah PT CPI. Banyak ikan yang mati, sehingga menyebabkan kami kehilangan mata pencaharian," ujarnya. (cha/umi)


Berita Terkait