Tidak Terpusat di Jakarta, Maskapai Pilih Homebase di Daerah
Kamis, 10 Mei 2007 01:44 WIB
Jakarta -
Rencana penerapan Hub (bandara besar) dan Spoke (bandara kecil) oleh Direktur Jendral Perhubungan Udara segera membuat maskapai untuk memilih homebase yang tidak lagi terkonsentrasi di Bandara Soekarno-Hatta. Maskapai-maskapai itu masing-masing memilih homebase sesuai dengan kemampuan armadanya baik itu dibandara Hub maupun dibandara Spoke..Lion Air ingin memilih homebase di Surabaya, hal tersebut dikatakan Presiden Direktur Lion Mentari Airlines Rusdi Kirana seusai sertijab Menhub di Departemen Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2007).."Lion ingin homebase di Surabaya tapi kita akan menyerahkan keputusan ini kepada pemerintah," ujar Rusdi.Untuk Hub Internasional lanjut Rusdi, Lion ingin memilih homebase di Medan, Manado atau Denpasar..Maskapai besar yang melayani jalur Hub namun untuk jalur Spoke Rusdi mengatakan Lion terbuka terhadap maskapai lain yang ingin bekerja sama. Anak perusahaan Lion Mentari Airlines, Wings Abadi Airlines atau Wings Air tidak akan dijadikan maskapai dijalur spoke bagi Lion air.."Biarkan Wings Air tetap seperti Wings Air,"ujar Rusdi. Wings Air menurut Rusdi ingin memiliki homebase di Makasar..Sementara itu, maskapai berplat merah PT Garuda Indonesia akan melayani jalur Hub dengan homebase di Jakarta dan Bali.."Sekarang saja kita punya dua base di Jakarta dan Bali, kita punya cabin crew di Bali dan punya maintanence di Bali," ujar Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dalam kesempatan yang sama..Bali menurut Emir akan menjadi homebase untuk penerbangan internasional Garuda seperti ke Jepang atau Australia..Untuk rute Hub dan Spoke, Emir mengatakan rute Garuda tetap konsisten dengan yang telah ada baik nasional maupun internasional. Mengenai maskapai yang akan dijadikan Spoke dalam konsep Hub dan Spoke, Emir sedang menjajaki dengan Merpati Airlines..Emir mengatakan tentang quoter untuk Hub dan Spoke masalah yang dihadapi adalah perbedaan sistem dan standar pelayanan maskapai nasional.."Jadi nanti PR kita ramai-ramai adalah menyamakan sistem kita dulu, kalo sistemnya tidak sama misalnya satu manual satu automatic susah, tidak bisa," ujarnya.
(ptr/gah)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































