Bilang Tak Ditekan Parpol, SBY Lakukan Kebohongan Publik
Rabu, 09 Mei 2007 14:59 WIB
Jakarta -
Tak cuma elit PPP saja yang kecewa pada hasil reshuffle jilid II, sesepuh PPP pun setali tiga uang. Termasuk Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH Noer Muhammad Iskandar. Kiai Noer meminta DPP PPP mengevaluasi pola hubungan PPP dengan pemerintah. Sebab dalam reshuffle kali ini SBY telah memecat dua menteri asal PPP, yakni Menneg BUMN Sugiharto dan Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf."Saya sebagai Wakil Ketua Majelis Syariah merasa dizalimi oleh pemerintah dalam reshuffle kali ini. Karena itu saya meminta dukungan PPP dalam pemerintah dievaluasi total," ujar Kiai Noer di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/5/2007).Menurut mantan anggota DPR dari PKB ini, alasan lainnya PPP perlu mengevaluasi pola hubungan dengan pemerintah karena SBY telah melakukan kebohongan publik dalam reshuffle jilid II. Presiden mengaku tidak mendapatkan tekanan dari partai politik."Yang terjadi reshuffle itu berdasarkan tekanan dari partai-partai berarti Presiden kan telah melakukan kebohongan publik," imbuhnya.Kiai Noer menilai, reshuffle kali ini tidak menyentuh sektor ekonomi dan mencopot menteri-menteri yang sakit. Padahal harapan masyarakat reshuffle kali ini dapat membawa perbaikan di bidang kesejahteraan dan perbaikan pelayanan kepada rakyat."Reshuffle kali ini tidak menyentuh kondisi riil yang terkait dengan sektor ekonomi sehingga perlu dipertanyakan kenapa bisa begini?" tanya Kiai Noer.Terkait:SBY Sangkal Disandera Parpol
(nik/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































