Laporan dari Cina
Dulu dan Kini di Bund Shanghai
Rabu, 09 Mei 2007 10:11 WIB
Jakarta - Jika berkunjung ke Shanghai, Bund adalah kawasan yang sayang untuk dilewatkan. Di sini kita bisa melihat deretan bangunan kuno bergaya Eropa yang kontras dengan bangunan masa kini yang tersebar di sekelilingnya. Di sela-sela acara Hewlett-Packard Mobility Summit yang berlangsung di Hotel Le Meredien, Shanghai, reporter detikcom Ni Ketut Susrini menyempatkan diri bertandang ke Bund yang terletak di Jalan Zhongshan, di seberang barat Sungai Huangpu. Kawasan sepanjang 1.500 meter ini sangat ideal untuk disusuri dengan berjalan kaki. Keindahan bangunannya sangat sayang kalau tidak dipandangi lekat-lekat. Kawasan Bund terbentang dari Baidu Bridge, dan merupakan titik penghubung antara Sungai Huangpu dan kawasan studio para seniman Suzhou Creek. Pesona Bund paling kuat terpancar dari 52 bangunan kuno yang tampil dengan berbagai aliran arsitektur mulai dari Gothic, Baroque, Romanesque, Classicism dan Renaissance. Meski mewakili aliran yang berbeda dan dirancang bukan oleh satu orang arsitek, deretan bangunan di Bund tetap terlihat harmonis. Menurut sejarahnya, bangunan-bangunan tersebut adalah peninggalan bangsa Perancis, Inggris dan Rusia yang pernah menjajah Cina. Ratusan tahun yang lalu, Bund merupakan pusat politik, ekonomi dan kebudayaan Shanghai. Dulunya Bund adalah tempat berkantor para konsulat dari berbagai negara, bankir, pengusaha dan pemilik media. Berdiri di tepi barat Bund, kita bisa menikmati kawasan ini dengan perasaan kagum. Di salah satu sisinya berderet bangunan kuno yang megah, sementara di sisi seberangnya tampak jelas bangunan-bangunan masa kini yang berdiri di kawasan Pudong, di antaranya Jin Mao Building dan Oriental Pearl TV Tower. Sungguh merupakan perpaduan masa lalu dan masa kini yang luar biasa. Di sekitar keanggunan Bund, tampak produk-produk teknologi masa kini seperti layar plasma raksasa yang menayangkan iklan berbagai produk. Malam harinya, Bund tampak gemerlap dengan cahaya lampu yang berpendar menyelimuti bangunan. Identitas lain dari kawasan Bund adalah adanya fasilitas pengendali banjir, yang dibangun untuk mengantisipasi luapan Sungai Huangpu. Identitas lainnya adalah podium terbuka yang di tengahnya berdiri patung Marshal Chen Yi. Melihat Bund, kita bisa menikmati Shanghai di masa lalu sekaligus menjadi saksi perkembangan Shanghai ke depan.
(nks/nrl)











































