Jelang Reshuffle, Hatta Ajak Wartawan Tur ke Ruang Kerja
Senin, 07 Mei 2007 13:40 WIB
Jakarta - Menjelang pengumuman reshuffle, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa mengajak belasan wartawan tur ke ruang kerjanya. Karena sudah mau pindah kantor yah?"Ayo, ayo masuk ke ruangan saya," ajak Hatta ramah kepada belasan wartawan yang sedang menunggu di depan pintu ruang kerjanya di Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (7/5/2007).Hatta yang mengenakan safari lengan panjang biru tua ini muncul dari pintu ruang kerjanya, menyapa dan menyalami wartawan lebih dulu, baru mengajak tur selama lebih dari 1 jam pukul 11.30-12.45 WIB.Di dalam ruang kerja Hatta yang berukuran 4x6 bernuansa krem, tidak terlihat seperti mau pindahan kantor.Nggak beres-beres ruangan nih, Pak? goda wartawan. "Loh, saya masih kerja kok, masih normal, masih tanda tangan-tanda tangan," sahutnya sambil tersenyum.Hatta kemudian memamerkan foto keluarga yang ada di dinding seberang meja kerjanya. "Itu foto keluarga saya. Itu anak saya yang pertama di AS sedang ambil S2, yang kedua kuliah di ITB, semester ini lulus, yang ketiga di Al Izhar, yang paling kecil di Lab School," ujarnya bangga.Hatta lalu mengajak wartawan ke ruang makan. "Ini ruang makan saya, nggak ada AC-nya," katanya terkekeh-kekeh.Sebuah lukisan kereta api yang penuh penumpang hingga atap lalu ditunjuk Hatta. "Ini supaya inget sama pe-er," ucap Hatta.Selanjutnya wartawan diajak kembali ke meja kerja Hatta. Dia pun memaparkan hasil kerja di laptopnya. "Wah ini saya jadi kembali ke laptop," ujarnya tertawa kecil menirukan ucapan trademark Tukul Arwana.Di saat bersamaan, layar TV flat di ruang kerja Hatta menayangkan berita reshuffle. Ada gambar Hatta dan Yusril. Hatta disebut-sebut akan menggantikan Yusril Ihza Mahendra sebagai Menteri Sekretaris Negara.Gimana nih, Pak, bakal betah nggak kalau di Sekretariat Negara? goda wartawan lagi. "Saya kan belum tahu mau ke mana. Kita ini tugas di mana saja," elak sarjana ITB ini.Meski demikian dia mengaku berat meninggalkan Dephub. "Ya tentu, ikatan emosional itu selalu ada. Saya itu kalau di dalam keras. Tapi coba kalau rapat-rapat di luar seperti di DPR, pernah nggak saya menyalahkan anak buah saya," ujar pria yang menjadi sorotan lantaran maraknya kecelakaan transportasi di Tanah Air 2 tahun belakangan ini.
(sss/nrl)











































