PKS Yakin SBY Tak Berani Bentuk Koalisi Terbatas
Jumat, 04 Mei 2007 17:03 WIB
Jakarta - Wacana koalisi terbatas menjelang reshuffle jilid dua mencuat. Koalisi tersebut hanya mengakomodir empat parpol saja, yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, dan PPP.Namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakin, SBY tidak akan berani merombak kabinetnya menjadi koalisi terbatas."Silakan saja kalau berani.Tapi saya yakin SBY tidak berani," kata Wasekjen DPP PKS, Fahri Hamzah.Hal itu dikatakan Fahri dalam jumpa pers di sebuah rumah makan di kawasanSudirman, Jakarta, Jumat (4/5/2007).Menurut Fahri, desakan koalisi tersebut menunjukkan hasrat politik yang kuat dari Partai Golkar untuk kembali mendominasi pemerintahan melaluikapitalisasi politik untuk pemenangan pemilu 2009. Jika desakan untukmewujudkan koalisi tersebut dipenuhi, lanjut Fahri, SBY telah memberi lampu hijau bagi kembalinya Orde Baru."Kalau jadi, ya selamat datang Orde Baru. Tapi sekali lagi, saya yakin beliau tidak berani. Karena Golkar itu kan musuh SBY. Dan SBY harus paham itu," imbuh dia.Fahri juga menegaskan, PKS tidak tertutup kemungkinan untuk berpikir ulangtentang dukungannya terhadap SBY, jika hasil reshuffle jilid dua ternyatalebih banyak mengakomodir kepentingan Partai Golkar. Terutama jika koalisiterbatas yang didesakkan Partai Golkar terwujud."Kami buat kontrak politik dengan SBY-JK melalui keputusan Majelis Syuro.Jika kontrak ini dilanggar, kami akan pikirkan lagi. Kami akan bahas dalamMajelis Syuro," pungkasnya.
(rmd/nvt)











































