Wacana Koalisi Terbatas Mewarnai Isu Reshuffle Kabinet SBY

Wacana Koalisi Terbatas Mewarnai Isu Reshuffle Kabinet SBY

- detikNews
Jumat, 04 Mei 2007 14:56 WIB
Jakarta - Pertemuan Ritz Carlton yang digelar dua hari lalu diyakini terus ditindaklanjuti. Bahkan, saat ini muncul wacana perlunya SBY-JK membentuk Koalisi Terbatas dalam melakukan reshuffle kabinet. Koalisi terbatas ini terdiri dari Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, dan PPP. PKB, PKS, dan PBB tidak akan diikutkan dalam koalisi ini. Kabarnya wacana ini didorong oleh Partai Golkar dan telah disampaikan kepada Presiden SBY. Golkar mewacanakan hal ini sebagai respons atas sedikitnya kader Golkar yang masuk dalam kabinet SBY-JK di reshuffle jilid II ini. Susunan kabinet SBY-JK terbaru sebenarnya sudah final. Bahkan, kepada wartawan, Wapres JK mengaku sudah melihat nama-nama menteri. Namun, JK tidak mau menyebutkan nama-namanya. Informasi yang beredar, Koalisi Terbatas ini sudah dibahas oleh pimpinan empat parpol itu dalam berbagai pertemuan. Tapi, sepertinya Presiden SBY tidak merespons wacana ini. Presiden SBY kemungkinan tetap akan menggandeng PKS, PKB, dan PBB dalam kabinetnya. Meski begitu, para politisi tidak patah semangat. Bahkan, ada kabar bahwa pimpinan parpol akan melakukan pertemuan dengan Wapres JK di suatu tempat sore ini. Namun, agenda ini belum terkonfirmasi. Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan membantah adanya pertemuan pimpinan parpol dengan JK. "Nggak ada," kata Zulkifli pendek saat dihubungi detikcom, Jumat (4/5/2007). Zulkifli juga membantah mengenai adanya wacana Koalisi Terbatas yang digagas Golkar. Ketika ditanya apakah PAN sudah dipanggil Presiden terkait reshuffle kabinet, Zulkifli mengaku belum. "Belum dipanggil. Kalau tidak dipanggil, berarti menteri kami aman," ujar dia. Sekjen DPP PKB Lukman Edy tidak risau dengan munculnya wacana Koalisi Terbatas yang menghapus PKB dalam pemerintahan SBY-JK. "Kami nggak tahu. Itu terserah Presiden," ujar Edy santai. (asy/nrl)


Berita Terkait