Dituduh Menipu, Menpora Nilai Ada Pembunuhan Karakter
Kamis, 03 Mei 2007 15:12 WIB
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga dituduh terlibat dengan kasus penipuan yang dilakukan oleh PT Indosky Media. Tuduhan itu dinilai sebagai pembunuhan karakter."Sampai saat ini Pak Adhyaksa (Menpora Adhyaksa Dault) memang belum memerintahkan gugatan balik. Namun dia mencadangkan haknya tersebut jika pelapor tidak mencabut laporannya," kata Plh Kepala Biro Humas dan Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga Roewono Sudarto.Hal itu disampaikan dia dalam keterangan pers di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/2007).Menurut Roewono, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga akan melakukan pemeriksaan internal, terkait kemungkinan keterlibatan staf maupun pejabat dalam kasus tersebut."Perbuatan itu merupakan perbuatan keji dan pembunuhan karakter bagi Menpora, karena laporan tersebut mengarah ke person yang dalam hal ini tidak ada hubungan dan sangkut pautnya dengan PT Indosky dalam pengiriman tenaga kerja," beber dia.Ketua Bidang Hukum Badan Pengawasan dan Pengendalian Olahraga Profesional Haryo Yuniarto mengatakan, sebelumnya Kementerian Pemuda dan Olahraga mendapat permintaan dari Korean Flower Association. Perusahaan itu meminta agar Menpora menyeleksi nama-nama yang diajukan PT Indosky, yang rencananya akan dikirim ke Korea untuk dididik menjadi ahli bunga."Ini dasarnya adanya joint declaration antara RI dan Korea pada 4 Desember 2006," kata Haryo.Kementerian Pemuda dan Olahraga juga sudah melakukan koordinasi dengan Departemen Tenaga Kerja tentang permintaan tersebut. "Kita ini hanya sebatas wawancara saja, karena ada permintaan dari Korean Flower Association. Dan ini tidak ada kait mengaitnya dengan PT Indosky," imbuhnya.Sebelum dilaporan ke Polda Metro Jaya oleh 20 perwakilan kandidat peserta training kewirausahaan pemuda, Kementerian Pemuda sudah mengirimkan surat kepada PT Indosky untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun belum diketahui bagaimana respons perusahaan itu.Sebelumnya, Korean Flower Association bekerjasama dengan PT Indosky Media dalam penyediaan calon tenaga perbungaan. PT Indosky lantas mengajukan sejumlah nama.Karena berada di Korea, Korean Flower Association meminta bantuan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk melakukan klarifikasi administratif. Para calon itu juga sempat diwawancara di kantor kementerian tersebut.Ada 300 orang yang dijanjikan magang di perkebunan dengan membayar Rp 35 juta per orang. Namun ternyata pemberangkatan yang seharusnya dilakukan pada November 2006 itu ditunda, dan uang tidak kembali.
(nvt/nrl)











































