Dari Forum IPU Nusa Dua
May Day di Mata Politisi Belanda
Selasa, 01 Mei 2007 15:27 WIB
Nusa Dua - Ribuan buruh di berbagai kota di Indonesia turun ke jalan merayakan Hari Buruh Internasional. Apa komentar anggota parlemen Belanda soal May Day? "May Day penting untuk dirayakan setiap tahun.Ini adalah momen simbolis untuk kaum buruh mengekspresikan diri mereka," ujar delegasi Belanda Kim Putters kepada detikcom di sela-sela Sidang ke 116 IPU di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (1/5/2007). Menurut politisi Partai Buruh Belanda (PvdA) ini, kelompok buruh di berbagai belahan dunia masih menghadapi masalah kesenjangan ekonomi. Belanda lanjutnya, memiliki masalah yang berbeda dengan Indonesia. "Ada kelompok masyarakat yang kesulitan akses informasi untuk mendapatkan pekerjaan dan pendidikan. Kami juga memiliki buruh migran yang kurang pendidikan dan digaji lebih rendah. Itu yang harus kita cari pemecahannya," jelas Putters. May Day di Belanda sudah tidak lagi dirayakan dengan aksi turun ke jalan seperti di Indonesia. Koleganya, hari ini memusatkan May Day di tiga kota termasuk Rotterdam. Di sana mereka meluncurkan manifesto berisi pernyataan politik. "Kami kini berada di dalam pemerintahan setelah 5 tahun menjadi oposisi. Kini kami bisa berbuat sesuatu," ujarnya menutup pembicaraan.
(fay/nrl)











































