Menteri Terlibat Skandal Layak Direshuffle
Senin, 30 Apr 2007 14:37 WIB
Jakarta - Awal Mei tak lama lagi. Reshuffle kabinet tinggal dalam hitungan jam. Menteri terlibat skandal layak dicopot.Ide itu dilontarkan Ketua DPP PAN Muhammad Najib. Dia mengajukan 3 kriteria menteri yang harus terkena jatah reshuffle.Pertama, alasan kesehatan. Secara fisik menteri itu tidak bisa menjalankan tugas-tugas secara maksimal.Kedua, terlibat skandal. Akibatnya kinerja dan legitimasi menteri lainnya terganggu. Ketiga, faktor performa. "Saya tidak bisa sebut namanya tapi SBY-JK pasti sudah punya catatan di antara kriteria-kriteria tersebut," tutur Najib.Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri diskusi publik Tragedi Lumpur Sidoarjo dan Kepemimpinan Politik di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2007).Menurut Najib, Presiden SBY harus segera melakukan reshuffle agar citranya tidak terpuruk dan pemerintahan yang dipimpinnya kehilangan harapan publik."Pasangan ini (SBY-JK) sangat kompak, kalau tidak (kompak), dua-duanya akan jatuh. Memang saya lihat ada sedikit perebutan opini di depan publik tapi mudah-mudahan bisa tuntas dengan reshuffle," imbuhnya.Najib mencontohkan perlombaan citra yang dilakukan SBY dan JK pada kasus Perumtas Lapindo pertengahan April 2007 lalu. Warga Perumtas bolak-balik ke istana demi bertemu dengan Presiden SBY. Namun usahanya nihil. Ketika JK menerima mereka, barulah SBY menerima warga Perumtas."Jadi ini seperti ada agenda masing-masing menuju Pemilu 2009. Jadi untuk reshuffle, ini bisa menyatulah bila segera dilakukan," harap Najib.
(gah/nrl)











































