Peserta Indonesia Masih Lemah dalam Teori
Senin, 30 Apr 2007 02:30 WIB
Jakarta - Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) boleh saja berjaya dalam Asian Physics Olympiad (APhO) VIII yang digelar di Shanghai, Cina. Namun TOFI masih memiliki kekurangan, yakni dalam hal penguasaan teori."Pertandingan dibagi menjadi dua, yakni eksperimen dan teori. Targetnya kita mengalahkan `naga` dua-duanya, tapi di teori kita gagal. Selisihnya hanya 0,1 point," kata pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) Yohanes Surya.Yohanes menyampaikan itu kepada wartawan di Ruang VIP Terminal I Bandara Soekarno Hatta, sesaat setelah turun dari pesawat bersama rombongan TOFI, Minggu (29/04/2007).Mengenai penyebab kegagalan itu, Yohanes mengatakan lebih karena kualifikasi soal-soal yang dihadapi peserta. Para peserta yang rata-rata duduk di bangku kelas 1 SMA harus mengerjakan soal-soal untuk tingkat S2."Dalam pertandingan mereka dikasih waktu 5 jam, soalnya untuk tingkat S2. Mungkin ada blunder-blunder sedikit, karena pembekalan saya kira cukup," kata pria berkacamata ini.Meski demikian, tutur Yohanes, hasil yang dicapai Indonesia sudah cukup menggembirakan. Dibanding negara lain, Indonesia mampu menyabet 2 medali emas. Dari tahun 1994, Cina adalah negara yang selalu mendominasi perolehan emas dalam ajang bergengsi itu."Negara lain sulit mendapatkan emas, maka mereka memuji Indonesia sebagai negara yang luar biasa," lanjut dia.
(irw/ary)











































