Banyak Guru Anggap Bullying Bukan Masalah Serius
Minggu, 29 Apr 2007 04:02 WIB
Jakarta - Bullying bisa mengakibatkan depresi. Namun, ternyata masih banyak guru yang menganggap bullying bukan masalah serius.Demikian penelitian Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa), sebagaimana keterangan pers yang dikirimkan kepada detikcom, Sabtu (28/4/2007).Penelitian yang dilakukan pada 2004 hingga 2006 itu menyatakan, dampak negatif bullying masih belum disadari sepenuhnya oleh para guru. Berdasar survei terhadap guru-guru di 3 SMA di dua kota besar di Pulau Jawa menunjukkan, 1 dari 5 guru menganggap penggencetan dan olok-olok adalah hal biasa dalam kehidupan remaja dan tak perlu diributkan.Selain itu, 1 dari 4 guru berpendapat bahwa sesekali penindasan tidak akan berdampak buruk pada kondisi psikologi siswa.Sebuah studi yang dilakukan oleh ahli pendidikan Amy Huneck di sebuah SD di Indonesia menemukan sejumlah data. Amy mencatat, 45 persen siswa mengaku menerima perlakuan bullying ketika berada di dalam kelas, sedangkan 43 persen mendapat perlakuan bullying saat istirahat.Dia juga mencatat, 65 persen siswa SD yang mengalami bullying tidak melaporkan kepada orang dewasa. Dan hanya 1 dari 10 orang dewasa yang diwawancarai merasa bullying adalah masalah. Sedangkan lainnya menganggap, bullying adalah bagian dari cara anak-anak bermain.Hironimus Sugi dari Plan International menyatakan, kesimpulan konsultasi dengan anak-anak di 18 propinsi pada 2005 memperlihatkan bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang berbahaya untuk anak-anak, karena banyak ragam bentuk kekerasan di sekolah.Mengingat bullying masih menjadi masalah tersembunyi karena tidak disadari para pendidik dan orang tua murid, Sejiwa mengimbau agar masalah ini segera ditangani secara serius. Apalagi data di negara tetangga, Jepang, 10 persen anak-anak korban bullying mencoba bunuh diri. Mengerikan!
(nvt/nvt)











































