Bila Telepon Orang Mati Terbukti Rekayasa, Pasutri Siap Dituntut
Selasa, 24 Apr 2007 15:19 WIB
Semarang - Pasangan suami-istri, Bambang Sugiarto (50) dan Indriyati (28), tidak main-main. Mereka siap dituntut di hadapan hukum jika kabar bahwa keduanya ditelepon orang mati itu hanya mengada-ada.Bambang mengakui, saat melapor ke polisi, dia ditertawakan. Dia membiarkan hal itu terjadi karena mereka tidak tahu apa yang sebetulnya terjadi. Bahkan banyak orang meragukan kejelasan kejadian itu."Buat apa saya mengada-ada, tidak ada gunanya Mas. Saya siap kok dituntut jika laporan saya palsu," kata Bambang di rumahnya, Kampung Kalilangse, Kecamatan Gajah Mungkur, Semarang, Selasa (24/4/2007).Bambang menegaskan, keluarganya tidak mengambil keuntungan apa pun dari tersiarnya kabar tersebut. Bahkan kadang mereka harus mengeluarkan uang untuk menyambut satu dua wartawan yang datang ke rumahnya."Orang kan menduga, ah paling si penelepon dengan yang ditelepon kerja sama. Biar yang ditelepon terkenal atau apa. Tapi sungguh, kami tidak merekayasa hal ini," jelasnya.Bambang berharap polisi bisa mengusut kasus tersebut untuk membuktikan laporannya. Jika kelak polisi berhasil menangkap si penelepon, dia siap dikonfirmasi soal apakah keluarga Bambang bersekongkol dengan si penelepon atau tidak.Indri mengaku, si penelepon (Wyn) sempat mengirim SMS padanya. Isinya, "Pak Bambang, aku wis mbudhalne kawulaku. Koe sing ati-ati!" (Pak Bambang, saya sudah memberangkatkan kaumku. Kamu hati-hati saja!). Satu SMS lagi berisi adanya barang milik Wyn yang dapat membuat keluarga Bambang hidup mulia dan terkenal.
(try/asy)











































