3 Seniwati Raih 'Kartini Award'
Sabtu, 21 Apr 2007 20:12 WIB
Surabaya - Peringatan Hari Kartini tahun ini tidak bisa dilupakan bagi tiga seniwati. Pelatih tari asal Bali, Desak Nyoman Suart, penari topeng Purbandasari, dan seniman ludruk, Kastini, dinilai memiliki profesi yang unik di bidang seni dan budaya.Atas prestasinya dalam mengembangkan kebudayaan, maka tidak lah aneh, jika mereka dianugerahkan Piala Kartini. "Bosan itu datang, ketika kita tidak ada tanggapan," ujar Kastini usai menerima Piala Kartini dari Walikota Surabaya Bambang DH di Plaza Hotel, Jl Boulevard Pemuda, Surabaya, Sabtu (21/4/2007).Kastini misalnya. Istri Kartolo ini mengabdikan dirinya selama 36 tahun melestarikan ludruk dan lawak. Tidak pernah ada kata bosan atau lelah untuk tetap mencintai kesenian asli Surabaya. Selama menekuni profesi itu, lanjut Kastini, dirinya tidak pernah berpikir rasa bosan atau jenuh. Wanita yang sudah memiliki 96 kaset rekaman lawakan ini, justru betah dan kangen bila tidak ada orang tertawa.Ning tini, panggilan akrabnya mengaku, terus memberikan lawakan yang segar, cerdas, kreatif dan tidak membosankan bagi pendengarnya. Tentu ini juga karena adanya upaya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman."Bagaimanapun juga lawakan kita sendiri harus memiliki kesadaran membangun sumber daya manusianya, sehingga keberadaannya tidak terpinggirkan. Jika kita tidak memperhatikan hal itu, ya senimannya tidak akan terpinggirkan," tambahnya.Feby Kumalasari, Business Communications Manager Surabaya Plaza Hotel (SPH) Surabaya mengatakan, dari 45 nominator 'Kartini Award' dari Bali, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Ngawi dan Mojokerto berasal dari usia 18-60 tahun, akhirnya terpilih tiga orang. "Kami merasa belum ada instansi yang belum memberikan penghargaan atas profesi unik seorang wanita. Jadi kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghargai karya dan eksistensi wanita," tambahnya.
(gik/ary)











































