Ajakan Makan Siang Itu Takkan Pernah Dijawab Mora
Rabu, 18 Apr 2007 11:51 WIB
Jakarta -
E-mail berisi ajakan makan siang itu belum terjawab, dan tak akan pernah terjawab. Sebab maut sudah lebih dulu menjemput Partahi Mamora Halomoan Lumbantoruan (34) yang tewas dalam aksi penembakan di Universitas Virginia Tech AS."April ini, saya dapat e-mail dari Mora (panggilan akrab Partahi) dua kali. Saat membalas e-mail dia, saya mengajak makan siang bersama. E-mail belum dijawab, tahu-tahu saya dengar dia meninggal," ujar teman Partahi, Agung Setiabudi.Hal itu disampaikan Agung dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (18/4/2007).Dituturkan Agung, dia sangat kaget mendapat e-mail pertama dari Partahi pada 4 April lalu. Maklum, mereka terakhir kontak pada 2000."Di e-mail pertamanya, Mora menulis 'halo Mas, apa kabar.' Lalu saya membalasnya tanggal 9 April. Di situ, saya minta nomor kontak dia," imbuh pria yang pernah satu kos dengan Partahi itu.Namun ketika Partahi membalas e-mail Agung sehari kemudian, dia tidak memberikan nomor kontaknya. Putera Letkol (Purn) Toham Lumbantoruan itu hanya menanyakan di mana kini Agung tinggal, dan apakah masih kotak dengan teman-teman lama."Dia juga menanyakan keluarga saya, dan kirim salam untuk mereka. Dan sekarang saya memang kontak dengan teman-teman lama tapi untuk mengumpulkan mereka buat melayat," lanjut Agung.Setelah itu, barulah Agung mengirimkan e-mail berisi ajakan makan siang. Maklum, pria yang kini bekerja di sebuah perusahaan asuransi di Jakarta itu tidak tahu di mana Partahi tinggal. Bahkan dia tidak tahu kalau pria Batak itu melanjutkan kuliah di AS."Waktu kemarin membaca ada berita penembakan di universitas itu dari detikcom, saya tidak kepikiran. Baru tadi pagi waktu lihat berita di televisi, saya syok. Ternyata teman saya jadi korban," kata dia dengan nada sedih."Tadi pagi saya reply lagi e-mail dia. Saya tulis 'selamat jalan'," Agung mengakhiri pembicaraan.Sesama alumnus Teknik Sipil Universitas Parahyangan yang lain, Theodorus Eri Maulana, juga mengaku hilang kontak dengan Partahi pada 2000. Saat itu mereka bertemu di Jakarta."Dia itu a good friend. Meski waktu kuliah agak keteter, tapi sekarang dia melanjutkan kuliah S3. Semangatnya luar biasa," begitu testimoni pria yang akrab disapa Acai ini.
(nvt/nrl)










































