Kenangan Bakar Sate Bersama Partahi Lumbantoruan
Rabu, 18 Apr 2007 06:14 WIB
Washington - Tragedy di kampus Virginia Tech (VT) University, pada Senin 16 April 2007 menyisakan kepedihan bagi para mahasiswa maupun civitas akademikanya. Lebih-lebih bagi keluarga maupun teman dekat para korban yang tewas dalam peristiwa terburuk dalam sejarah pendidikan di Amerika ini.Salah satunya kenangan dari sahabat almarhum Partahi Mamora Halomoan Lumbatoruan (34). "Saya sangat akrab dengan Bang Mora (panggilan Partahi Lumbatoruan). Kami sempat mempersiapkan acara Internasional Student Fair," kata sahabat Partahi, Adi Kusuma kepada reporter detikcom Endang Isnaini Saptorini di Washington, Rabu (18/4/2007).Adi yang merupakan mahasiswa Phd jurusan Public Administracy and Policy di Universitas Virginia Tech mengaku punya kenangan khusus sebelum almarhum tewas."Kami sempat bakar sate di acara Internasional Student Fair, Minggu kemarin dari jam 10 pagi hingga jam 6 sore," imbuh Adi sambil terisak. Meskipun tergolong pendiam, Bang Mora akrab bersahabat. Sebagai anak kolong (anak tentara), menurut Adi, dia adalah teman yang enak buat diajak ngobrol. "Tidak terlintas sedikitpun dalam benak kami, bahwa Bang Mora akan meninggalkan kami esok hari", lirih Adi. Ketika ditanya mengenai ketidak hadirannya dalam peringatan di kampus Virginia Tech, Adi menjelaskan hal itu disebabkan kesibukannya mempersiapkan kepulangan jenazah bersama staff dari KBRI. " Saya datang sudah kurang 5 menit dari acara dan pintu sudah ditutup," ujar Adi. Insiden penembakan yang dilakukan seorang pemuda asal Korea Selatan berusia 23 tahun dan menewaskan 33 orang ini tidak hanya menjadi tragedi lokal di AS. Namun tragedi ini menjadi tragedi untuk seluruh dunia, karena sudah mengambil nyawa banyak mahasiswa dari manca negara.
(ndr/nwk)











































