Novum Sketsa Garuda Polly Dibuat 3 Bulan Setelah Munir Diracun

Novum Sketsa Garuda Polly Dibuat 3 Bulan Setelah Munir Diracun

- detikNews
Selasa, 17 Apr 2007 17:06 WIB
Jakarta - Eks tersangka pembunuh Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto mengaku membuat sketsa tempat duduk pesawat Garuda yang kini dijadikan novum oleh penyidik Mabes Polri. Namun dia mengingatkan, sketsa itu dibuat 3 bulan setelah Munir diracun. Bukan sebelum peristiwa itu terjadi.Penjelasan Polly disampaikan kepada pengacara Garuda, M Assegaf via telepon. Percakapan tersebut sengaja direkam Assegaf dan disebarluaskan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (17/4/2007)."Tulisan tangan itu (sketsa) sebenarnya ada di notebook saya. Notebook itu saya bawa ke mana-mana, ya untuk nulis selingan apa aja deh. Itu saya tulis setelah kejadian," kata Polly menjawab pertanyaan Assegaf dalam rekaman itu.Sketsa itu, aku Polly, dibuat untuk menjelaskan kepada beberapa pihak tentang posisi duduknya di dalam pesawat Garuda yang menuju Belanda."Antara lain saya ketemu yang namanya Pak Hardi, waktu itu di kantor Pak Hardi ditanya-tanya oleh wartawan. Kan saya tidak bisa menjelaskan dengan isyarat tangan saja, makanya dengan notebook itu saja menjelaskan," bebernya.Selain itu, ketika di DPR, imbuh Polly, dia juga melakukan hal yang sama. "Kalau nggak salah bulan Maret (Polly tidak menyebut tahun) saya menjelaskan dan mengatakan hal yang sama. Saya menjelaskan bahwa letaknya jauh bukan seperti yang diberitakan," kata dia. Dalam percakapan itu, Polly juga mengatakan, ketika polisi mendatangi rumahnya saat dia berada di Mabes Polri, polisi menemukan blocknote itu. Buku itu lalu dibawa ke Mabes dan dikonfirmasikan kepadanya. Saat itu, kata Polly, dia mengaku bahwa buku itu memang punya dia.Selain soal sketsa, perbincangan antara Polly dan Assegaf juga menyangkut isu pertemuan Polly dengan Ongen Latuihamalo di Bandara Changi, Singapura. "Jadi saya waktu itu, ketika meninggalkan pesawat sudah sepi, kemudian saya keluar dijemput staf Garuda. Saya keluar lewat lorong kemudian saya mengikuti staf Garuda itu ke imigrasi," kata Polly. Polly kemudian keluar menunggu bus. "Saya nunggu di situ karena ada serah terima dengan direktur, biasanya kan begitu. Tidak lama kemudian, rombongan awak pesawat menuju bus, kemudian saya menuju bus ke hotel. Sudah, check in sama-sama," beber dia.Awak pesawat dengan siapa saja? tanya Assegaf. "Awak pesawat dari Kapten Subur dengan anak buahnya, kira-kira ada 17 orang. Saya tidak hafal semua. Saya, Ongen, tidak kenal. Saya hanya tahu di majalah," kata Polly. (umi/asy)


Berita Terkait