Salah Tiket Pak Menteri
Selasa, 17 Apr 2007 11:48 WIB
Jakarta - Senyum Menteri Perhubungan Hatta Rajasa terus mengembang. Maklum, pada Selasa (17/4/2007) dia tengah melakukan ujicoba tiket kereta api (KA) elektrik. Namun senyum itu seakan berganti dengan dahi berkernyit, ketika tiba di Stasiun Serpong. Loh kok bisa? Hatta harus kecewa karena tiket isi ulang itu tak bisa digunakan lantaran listrik di stasiun ini mati. Akhirnya Hatta pun memutuskan berjalan-jalan di sekitar stasiun sambil menunggu listrik menyala lagi. Tak lama berselang, listrik kembali menyala, Hatta pun tampak senang. Dia pun kembali menuju mesin tempat menggesek tiket berbentuk kartu itu. Tapi apa lacur setelah Hatta menggesek berkali-kali, kartu bergaya voucher isi ulang tetap tidak berfungsi. Hatta terlihat bingung. "Kok masih nggak bisa ya, belum masuk apa," gumam Hatta, sembari menggesek berkali-kali.Dia pun merogoh kocek kembali dan mengambil satu buah kartu lainnya. Oalah, ternyata Hatta salah menggesekkan tiketnya. Dia mengamati kartu dan mulai tersadar. "Oh salah ternyata itu yang buat ke Surabaya," kata Hatta sambil menunjukkan kartu yang salah itu kepada wartawan. Semua yang hadir termasuk pejabat PT KA dan wartawan pun tertawa melihat kejadian itu.Sejurus kemudian, Hatta menggesek kartu miliknya yang lain. Tentu saja, kartu itu berfungsi dan pintu penghalang pada mesin kartu itu akhirnya membuka. "Nah ini baru bisa," kata Hatta sumringah.PT KA memang tengah mempersiapkan sistem tiket elektrik. Tiket model baru ini mulai dioperasikan pada akhir tahun 2007. Tiket ini akan dioperasikan di 8 stasiun, yakni Stasiun Sudirman (Dukuh Atas), Tanah Abang, Karet, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Sudimara dan Serpong.Tiket elektrik ini dipegang oleh pelanggan dan setiap masuk ke KA digesekkan ke mesin sehingga nilainya berkurang. Sistemnya sama seperti voucher isi ulang. Setiap kartu habis, maka pelanggan harus mengisinya dengan angka nominal tertentu.
(mar/asy)











































