Kepsek SMU Barunawati Prihatin Siswa Ujian di Kantor Polisi

Kepsek SMU Barunawati Prihatin Siswa Ujian di Kantor Polisi

- detikNews
Selasa, 17 Apr 2007 11:45 WIB
Surabaya - Menyaksikan dua anak didiknya mengerjakan ujian nasional di Mapolresta Surabaya Utara, Kepala Sekolah SMU Barunawati Indah Septianingsih merasa trenyuh dan prihatin. Teguh dan Dika bisa ujian setelah sekolah meloloskan permintaan kedua orangtuanya. "Keseharian mereka sangat biasa sekali. Kalau nakal ya nakal sewajarnya.Seperti mbolos sekolah meski tidak terlalu sering," kata Indah Septianingsih saat ditemui detikcom di SMA Barunawati, Jl Perak Timur, Surabaya, Selasa (17/4/2007).Bahkan, lanjut dia, keseharian kedua siswa selama dalam sekolah tidak memiliki masalah. Namun, dirinya tidak mengetahui bila kedua siswa memiliki masalah di luar sekolah."Selama ini keduanya tidak memiliki masalah yang sangat menonjol dan berat. Bahkan keduanya merupakan teman satu kelas di program IPS," tegasnya.Sedangkan Kaur Kesiswaan, Yohanes mengatakan, kedua siswanya tersebut tergolong tidak banyak tingkah. Ia sangat menyayangkan kedua siswanya yang terlibat pengeroyokan hingga menyebabkan kematian."Apalagi si Teguh, anaknya sangat pendiam dan memiliki sifat solidaritas terhadap temannya sangat tinggi. Mudah-mudahan keduanya mendapat pelajaran dari kejadian ini," tambahnya.Setelah kejadian pengeroyokan tersebut, lanjut Yohanes, kedua orangtua Teguh maupun Dika yang bertempat tinggal di Kalimas seringkali mendatangi sekolah."Orangtuanya berharap kedua anaknya bisa mengikuti ujian nasional. Dan sekolah diminta untuk mengupayakan anak-anaknya yang kini masih ditahan," jelasnya.Seperti diberitakan, Teguh dan Dika terpaksa harus mengerjakan UN di Mapolresta Surabaya Utara, Jawa Timur. Keduanya ditahan sejak 20 hari lalu karena kasus pengeroyokan yang menyebakan tewasnya M Abianto Sidik, 26 Maret 2007 lalu. (fat/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait