Tragedi Penembakan Kampus AS
Peringatan Itu Datang Terlambat
Selasa, 17 Apr 2007 09:50 WIB
Virginia - Publik AS digemparkan oleh tragedi penembakan yang terjadi di kampus Virginia Tech. Sebanyak 33 orang tewas, termasuk pelaku dan 15 orang lainnya luka-luka dalam insiden paling mematikan dalam sejarah AS itu.Penembakan brutal itu terjadi di dua daerah berbeda di lingkungan kampus yang luas itu. Pertama di sebuah asrama. Lalu sekitar dua jam kemudian, penembakan membabi-buta terjadi di gedung teknik dan sains yang jaraknya sekitar 800 meter dari tempat kejadian pertama. Para mahasiswa mengkritik sikap pihak universitas dalam menghadapi situasi genting dalam peristiwa berdarah itu. Sebabnya, usai penembakan pertama, otoritas universitas tidak langsung mengeluarkan peringatan bagi para mahasiswa mengenai adanya insiden penembakan di lingkungan kampus.Buntutnya, email peringatan memang dikeluarkan namun semuanya sudah terlambat. Korban jiwa lainnya keburu berjatuhan."Saya sangat marah karena seseorang tewas dalam penembakan di sebuah asrama pada pukul 7 pagi dan email pertama mengenai itu tidak menyebut soal penutupan kampus, tak menyebut bahwa kelas ditiadakan," kata salah seorang mahasiswa Virginia Tech, Jason Piatt kepada CNN, Selasa (17/4/2007)."Mereka cuma menyebutkan bahwa mereka tengah menyelidiki sebuah penembakan," ujarnya. "Ini konyol. Apalagi saat mereka mengirimkan email itu, 21 orang terbunuh," cetusnya.Sejauh ini belum diketahui motif pelaku yang belum jelas identitasnya itu. Seorang mahasiswa yang selamat dari tragedi itu, Trey Perkins menuturkan, pelaku adalah seorang pemuda Asia berusia sekitar 19 tahun. Usai menembaki korban-korbannya, pelaku pun bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.
(ita/ita)











































