Usai Tembak Tejo, Bripda Norman Parkir Mobil Korban di Mapolda
Senin, 16 Apr 2007 12:17 WIB
Semarang - Bripda Norman Irawan (26) sungguh nekat. Usai menembak mati pengusaha es balok, Tranggono Sutejo (67), ia tidak bersembunyi, tapi malah memarkir mobil korban di Mapolda Jateng. Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda Jawa Tengah, AKBP Zaenal Arifin Palewang, mengatakan, berdasar keterangan sementara, hal itu dilakukan karena pelaku khawatir mobil korban hilang jika diparkir di tempat lain. "Sebelumnya, pelaku akan memarkir mobil di jalan atau SPBU biar keluarga bisa mengambil. Tapi karena takut hilang, pelaku memarkirnya di Mapolda," kata Zaenal di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (16/4/2007). Zaenal didampingi Kabid Humas Polda Jateng, AKBP Syahroni, menambahkan, usai memarkir mobil jenis Toyoya Kijang bernopol B 8663 QW, pelaku langsung pulang. Dompet, ponsel, dan seluruh barang milik korban ditaruh di dalam mobil. Kepolisian curiga kenapa mobil korban penembakan bisa sampai di Mapolda. Namun, mereka tidak menduga jika Norman adalah pelaku penembakan itu. Tim gabungan dari Polda Jateng, Polwiltabes Semarang, dan Polres Semarang Selatan, akhirnya bisa mengendus ulah Norman. Jum'at (13/4) malam lalu, tim gabungan menyergap Norman di kosnya yang berada di belakang Mapolda, Jalan Gergaji Balekambang Semarang. Bripda Norman menembak mati Tranggono Sutejo di Hutan Sigar Bencah, Bulusan, Tembalang, Semarang pada 11 Maret 2007 lalu. Di tubuh korban ditemukan enam luka tembak. Zaenal tidak sempat menceritakan kenapa kasus ini baru bisa diungkap belakangan ini. Menurut dia, pelaku sengaja mengalihkan barang bukti dengan cara mengambil barang-barang korban. "Seolah-olah seperti perampokan," katanya.
(try/nrl)











































