SBY Heran Tiap Oktober Didesak Bicara Reshuffle

SBY Heran Tiap Oktober Didesak Bicara Reshuffle

- detikNews
Minggu, 15 Apr 2007 13:51 WIB
Bogor - SBY menyatakan keheranannya karena setiap Oktober -- bulan dia dilantik sebagai presiden pada 2004 -- selalu didesak menjelaskan pada publik tentang reshuffle kabinet."Tidak ada dalam aturan penyelenggaraan pemerintahan setiap Oktober presiden harus menjelaskan ada reshuffle atau tidak. Saya tidak tahu mengapa setiap Oktober muncul wacana seperti itu, saya diminta menjelaskan pada pulik ada reshuffle atau tidak," katanya di Kebun Duren Warso, Ciawi, Bogor, Minggu (15/4/2007).SBY lalu membandingkan pemerintahannya dengan pemerintahan Megawati dan presiden sebelumnya yang tidak didesak untuk bicara perombakan kabinet di bulan tertentu.Sebagai informasi, SBY mengambil sumpah sebagai presiden pada 20 Oktober 2004. Sehari kemudian dia mengumumkan kabinetnya. Oktober 2005, tepat setahun pemerintahannya, wacana reshuffle mengemuka. Dia pun merombak kabinet. Oktober 2006, wacana serupa datang lagi. Tapi hingga April 2007, SBY tak juga menata ulang kabinetnya seperti yang digosipkan selama ini.Presiden SBY juga mengakui bahwa selaku kepala pemerintahan tertinggi dia memiliki kewenangan untuk mengangkat dan mengganti anggota kabinet. Tapi hak tersebut tidak harus dilakukan setiap tahun dan kalau pun dilakukan, tidak dengan konsep bongkar pasang maupun bergantian, seperti wacana yang muncul akhir-akhir ini."Nggak begitu konsepnya. Bisa dibayangkan pemerintahan saya periodenya 5 tahun. Kalau konsepnya bongkar pasang, tentu akan mengganggu kontinuitas dan stabilitas program kerja," katanya Meski hingga kini dirinya belum mengumumkan adanya reshuffle, tapi dia memastikan evaluasi terhadap kinerja kabinet terus dilakukan. Dan tidak tertutup kemungkinan dari hasil evaluasi itu ada menteri yang karena kapabilitas, kemampuan kerjasama, atau penempatannya yang kurang tepat, tidak dapat melanjutkan tugas hingga akhir pemerintahan. (nrl/aba)


Berita Terkait