Peluru Perampok Toko Emas ABC Bersarang di Bahu Yudi
Jumat, 13 Apr 2007 16:01 WIB
Bandung - Yudi (22), salah satu korban penembakan perampok toko emas ABC masih tergolek di ruang perawatan Philipus, RS Immanuel, Bandung. Dia sudah menjalani operasi pengeluaran peluru yang bersarang di bahunya. Yudi merupakan pelayan minimarket Violet. Minimarket ini terletak tidak jauh dari toko emas ABC. Yudi terkena tembakan seusai pulang bekerja dari minimarket tersebut. "Anak saya baru pulang kerja dari minimarket. Dia kemudian ngopi dulu di jongkok Pak Undang. Saat pesan kopi, tiba-tiba dia mendengat tembakan, terus dia berdiri. Ternyata peluru malah mengenainya," kata Yuli (45), ibu kandung Yudi saat ditemui di RS Immanuel, Bandung, Jumat (13/4/2007). Yuli yang sedang menunggui anaknya itu menceritakan anaknya tertembak di bagian bahu. Peluru bersarang di bahu Yudi, namun saat ini telah dikeluarkan. "Untung dia berdiri. Kalau duduk, bisa-bisa dia tertembak di bagian kepala," ujar dia. Sementara itu Undang, pedagang kopi, tertembak di bagian kanan, di atas lutut. Dia yang saat ini juga dirawat di Ruang Philipus mengaku saat tertembak, dirinya sedang berdiri. Dia melihat kawanan perampok datang ke toko emas ABC. Para perampok itu melakukan tembakan. "Tapi, setelah polisi berdatangan, tembakan perampok malah semakin banyak," ujar Undang. Undang juga sempat melihat Kanit Intelkam Polsek Astana Anyar Aiptu Asep Widarsa menodongkan senjata ke arah dalam toko. "Tapi, sepertinya Pak Asep tidak tahu kalau di luar toko ada komplotan perampok yang lebih bahaya. Pak Asep ditembak perampok yang ada di luar toko," ujar dia.
(asy/nrl)











































