Subuhan di Tebet
Sorban Coklat untuk Pak Wapres
Jumat, 13 Apr 2007 07:24 WIB
Jakarta - Sorban coklat diberikan Pemimpin Majelis Al Afaf Habib Ali Abdurrahman Assegaf kepada Wapres Jusuf Kalla. Senyum pun tersungging di wajah Pak Wapres."Waktu saya di Medan, saya pernah dikasih ulos oleh orang Medan. Sekarang saya memberikan sorban, bukan hanya kenang-kenangan tapi juga untuk ibadah. Mudah - mudahan semakin cinta pada kita, dan meningkatkan ibadahnya," ujar Habib seraya mengangsurkan sorban.Sorban itu disampaikan Habib usai acara salat subuh bersama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Tebet Utara II B, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2007).Dalam sambutannya, Habib memberikan penghargaan kepada JK. Sebab pria asal Makassar itu dianggapnya sangat memperhatikan acara Maulid Nabi."Pak Wapres sedang menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT), tapi buru-buru pulang untuk memperingati Maulid Nabi di rumah dai kondang Zainuddin MZ. Wapres kayak gini jangan sampai turun, kalau perlu naik lagi," imbuh Habib yang disambut tepuk tangan sekitar 5.000 jamaah.Habib menambahkan, dengan acara ini, dia mengharapkan mendapat syafaat dari Rasul untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang melilit bangsa Indonesia.Sedangkan dalam sambutannya, JK mengajak bangsa Indonesia untuk selalu bekerja keras dan meneladani Nabi Muhammad. Dituturkan dia, dua minggu yang lalu, dalam perjalanan ke Arab Saudi, JK menyempatkan diri berkeliling."Saya membayangkan Rasul berjuang di padang pasir tidak merasa sulit. Kita di Indonesia sekarang bisa naik mobil, telepon, lalu apa kesulitannya dibanding dengan Rasul," kata JK.Karena banyak diberi kemudahan, lanjut Ketua Umum DPP Partai Golkar ini, maka sudah sepantasnya bangsa Indonesia berjuang dan beramal sebaik-baiknya."Ketulusan Nabi Muhammad adalah bagian dari keseluruhan yang kita cintai. Bangsa kita adalah bangsa besar, oleh karena itu, kita perlu bekerja lebih keras lagi," tukasnya.Acara itu juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Zainuddin MZ, Ketua MUI Ma'ruf Amin, juga diplomat negara sahabat.
(nvt/nrl)











































