Motif Pembantaian Warga Korea di Sidoarjo Perampokan
Rabu, 11 Apr 2007 11:26 WIB
Sidoarjo - Pembantaian warga Korea Tji Tjiong Hoo Hong (50) di Sidoarjo dipastikan berlatar belakang perampokan. Pengakuan pelaku bahwa pembantaian dilakukan karena dendam kesumat, akibat pernah diperkosa oleh korban, terbantahkan. Kesimpulan itu didapat polisi setelah melakukan rekonstruksi yang melibatkan empat pelaku, Incin Hermawati (21), Saebani (40), Abdi Wiyono (23) dan Purwanto (29). "Yang merencanakan dua orang, Incin dan Saebani. Mereka berniat merampok korban, motifnya hanya uang awalnya," kata Kapolsek Taman Sidoarjo AKP Bambang Suprapto saat dihubungi detikcom, Rabu (11/4/2007). Dalam rekontruksi yang digelar di rumah korban di Perumahan Citra Harmoni Blok F-2/12 Taman, Sidoarjo, Selasa (10/4/2007), ada sekitar 41 adegan. Rekonstruksi ini disaksikan oleh 8 orang keluarga korban dari Korea. Dengan hasil pemeriksaan polisi, kata Bambang, tidak benar jika korban menyuruh Incin datang ke rumahnya. Juga diketahui bahwa Saebani yang terbukti menusukkan pisau dapur sebanyak dua kali ke perut dan ulu hati korban."Incin tidak melakukan pemukulan, tiga tersangka lainlah yang berbuat. Dan tidak ada upaya korban memperkosa Incin," terangnya. Sebelumnya, para tersangka berusaha melumpuhkan korban dengan pukulan kayu. Namun karena tubuh korban cukup kuat, Incin mengambil pisau di dapur dan menyerahkannya kepada tersangka lainnya. Apakah benar Incin pernah diperkosa korban? "Pengakuannya dulu memang pernah, tapi kita fokus ke pembunuhannya," pungkas Bambang. Perlu diketahui, Tji Tjiong Hoo Hong tewas bersimbah darah, Sabtu (7/4/2007) lalu. Dua tersangka, Incin dan Saebani adalah mantan pegawai di perusahaan kulit kerang milik korban.
(gik/asy)










































