Diisukan Ditangkap, Rumah Mantan Dirut Garuda Ditunggui Wartawan

Diisukan Ditangkap, Rumah Mantan Dirut Garuda Ditunggui Wartawan

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2007 23:36 WIB
Jakarta - Sejumlah wartawan dari berbagai media sejak malam pukul 22.00 WIB Selasa (10/3/2007) menunggui rumah mantan Direktur Utama Garuda Indra Setiawan (IS). Beredar isu Indra akan ditangkap aparat Mabes Polri terkait kasus kematian aktivis HAM Munir.Ketika dikonfirmasi detikcom, sejumlah wartawan yang biasa bertugas di Mabes Polri mengaku mendapatkan informasi dari sumber di Mabes Polri bahwa malam ini Indra Setiawan akan ditangkap."Sudah ramai. Ada beberapa wartawan yang menunggu," kata seorang wartawan media cetak yang berada di depan Kediaman Indra Setiawan di Taman Meruya Ilir H7 No.14, Kedoya, Jakarta Barat.Sebelumnya, usai rapat terbatas di kantor kepresidenan Senin sore, Kapolri Jenderal Pol Sutanto menyebutkan 2 tersangka baru kasus pembunuhan Munir adalah IS dan R. Semula penyebutan inisial IS sempat menimbulkan kebingungan. IS atau YS. Namun, setelah melihat rekaman dari kamera TV, dipastikan Kapolri menyebut inisial IS. Kedua tersangka baru tersebut terkait dengan pembuatan surat penugasan palsu untuk Pollycarpus.Jika dirujuk ke dokumentasi, kedua inisial tersebut adalah Mantan Direktur Garuda Indra Setiawan (IS) dan Ramelgia Anwar (R), Vice President Corporate Security Garuda.Bahkan Ketua TFP Kasus Munir, Brigjen Pol Marsudi Hanafi di Mabes Polri, pada Kamis (7/4/2005) menyebutkan, Indra Setiawan dan Ramelgia Anwar terlibat dalam pembuatan surat tugas untuk Pollycarpus.Satu penugasan dari Dirut Garuda Indra Setiawan yang menyebutkan Pollycarpus diperbantukan ke corporate security. Satu lagi surat yang dikeluarkan Ramelgia Anwar yang menugaskan Polly ke Singapura. Terbongkarnya surat palsu itu karena adanya keterangan yang saling berbeda beda dan saling bertentangan.Pada suatu kesempatan Indra menyatakan Polly tidak berhak ikut terbang ke Singapura pada 6 September 2004, namun pada kesempatan lain ia menyatakan telah memberi tugas kepada polly dengan surat tugas tertanggal 11 Agustus 2004.Sementara itu surat tugas yang dikeluarkan Ramelgia tertanggal 17 September 2004 atau 11 hari setelah Polly bertugas ke Singapura sebagai aviation security. Dalam pemeriksaan diakui hal itu hanya untuk kepentingan internal, yakni pembebanan biaya tugas Polly. (bal/bal)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads