Sejumlah Orang Angkut Perabotan dari Rumah Widjanarko di Solo

Sejumlah Orang Angkut Perabotan dari Rumah Widjanarko di Solo

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2007 15:33 WIB
Solo - Dua rumah milik Widjanarko Puspoyo di Solo semakin mendapat penjagaan ketat dari para penjaganya. Selain itu, hari ini ada aktivitas cukup mencolok, yaitu beberapa orang terlihat membawa keluar barang-barang dan perabot dari rumah Widjanarko. Selain melakukan inventarisasi, Kejaksaan belum mengambil langkah konkret terhadap aset atau kekayaan Widjanarko di Solo, berupa dua rumah mewah. Namun hari ini, Selasa (10/4/2007), beberapa pekerja di rumah Widjanarko yang berada di Kampung Kalitan terlihat mengangkuti sejumlah barang. Barang-barang itu dibawa keluar dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil. Tidak diketahui secara pasti, akan dibawa kemana barang-barang perabotan rumah tangga tersebut. Para pekerja itu tutup mulut saat ditanya. Mereka terus memindahkan barang. Dari kejauhan terlihat barang-barang ukuran kecil dimasukkan ke dalam kardus. Ada pula yang dibungkus. Tampak pula perabot yang lebih besar yang dimasukkan mobil seperti mesin AC rumah dan sebagainya. Penjagaan Semakin RapatSetelah didatangi petugas Kejari Surakarta yang melakukan inventarisasi Senin (9/4/2007) kemarin, penjagaan di dua rumah Widjanarko di Solo semakin ketat. Pintu gerbang besi tinggi di rumah Kalitan selalu tertutup dan selalu dijaga petugas dari dalam. Pintu hanya sesekali terbuka untuk aktivitas pemindahan barang tadi. Demikian juga rumah megah di Gajahan. Pintu regol tinggi di rumah bergaya bangsawan Kraton Surakarta itu selalu ditutup rapat. Sedangkan pagar tembok yang mengelilingi rumah itu sangat tinggi sehingga dari luar sama sekali tidak terlihat aktivitas di dalamnya. Di Solo, rumah di Gajahan itu sering disebut sebagai Ndalem Joyokusuman karena rumah tersebut semula adalah kediaman GPH Mr Joyokusumo, salah seorang putra Paku Buwono X. Pada dekade 1960-an, rumah itu dibeli oleh pengusaha solo Malkan Sangidoe. Bangunan megah itu lalu dibeli oleh Widjanarko pada tahun 2003 seharga Rp 11 miliar. Selanjutnya Widjanarko melakukan rehab dengan biaya cukup besar hingga mencapai lebih dari Rp 10 miliar. Luar biasa! (mbr/asy)


Berita Terkait