Andrew Tewas Tertimpa Rak
Untuk Aman Tirulah Makro
Selasa, 10 Apr 2007 10:02 WIB
Jakarta - Membawa anak ke pusat perbelanjaan memang menyenangkan. Namun maut pun sewaktu-waktu bisa mengintai seperti yang menimpa Andrew Given Suoth (3), yang tertimpa rak di Carrefour. Bagaimana seharusnya pusat perbelanjaan menjaga keamanan konsumennya, terutama anak-anak? Mungkin konsep yang diterapkan Makro Cash & Carry bisa ditiru.Sebagai pusat belanja, Makro memiliki konsep berbeda dalam melayani konsumennya. Makro punya aturan ketat untuk anak-anak. Hanya anak yang tinggi badannya di atas 120 cm saja yang boleh masuk.Anak di bawah 120 cm hanya boleh masuk pada hari libur (Minggu atau tanggal merah) karena saat itu Makro tidak mengoperasikan forklift-nya."Kenapa kita tetapkan 120 cm, karena setiap hari forklift kita berseliweran. Anak kecil dengan tinggi di bawah 120 cm bisa tidak terlihat. Ini untuk keamanan. Belum lagi rak-rak kita yang tingginya bisa di atas 5 meter," tutur Manajer Personalia PT Makro Indonesia, Basuki, kepada detikcom, Selasa (10/4/2007).Sejak awal beroperasi di Indonesia, imbuh Basuki, Makro memang menetapkan aturan ketat. Di 20 tempat pusat perkulakan asal Belanda ini selalu ditempel papan pengumuman yang memuat aturan ketat untuk konsumennya."Memang seperti itu, karena kita memang punya konsep yang beda dengan hipermarket lain," ujar dia. Makro, kata Basuki, tidak nyaman untuk anak-anak. Karena memasuki gedung Makro yang besar, konsumen seperti memasuki sebuah gudang."Makro memang bukan untuk anak kecil. Kalau konsumen memaksa membawa anak, mereka harus benar-benar didampingi, sehingga memperkecil kemungkinan anak kejatuhan barang atau rak," tuturnya.Apalagi barang-barang yang dijual di Makro rata-rata diletakan di rak yang tingginya lebih dari 5 meter. "Sebetulnya untuk pencegahan, bukan costumer-nya yang dilarang, tapi bagaimana pengelola harus bertanggung jawab menjaga agar barang tidak jatuh. Kalau kita aware, tentu hal-hal seperti itu bisa dihindari," ujar Basuki.Sekadar ilustrasi, memasuki Makro memang tidak semudah masuk ke supermarket atau hipermarket lain. Setiap konsumen wajib memiliki kartu anggota. Hanya pemegang kartu yang diperbolehkan masuk plus satu orang lainnya. Seperti supermarket dan hipermarket lain, setiap pengunjung juga wajib menitipkan barang bawaannya. Untuk menyimpan dompet, Makro menyediakan tas pinggang khusus di pintu masuk. Tas ini wajib dipakai konsumennya selama belanja.
(umi/nrl)











































