Pemahaman Nilai Demokrasi Perlu Ikut Ditanamkan di IPDN
Selasa, 10 Apr 2007 06:02 WIB
Jakarta - Pemerintah mengambil kebijakan potong satu generasi dan demiliterisasi di IPDN. Langkah ini dinilai sebagai cara tepat untuk memutuskan rantai kekerasan. Tak hanya itu, kehidupan demokratis pun harus dihembuskan di kalangan praja IPDN."Sistem pendidikan yang lebih demokratis, keterbukaan, cinta kasih dan damai harus ditanamkan, itu untuk membentuk watak," kata pengamat pendidikan Hutomo Dananjaya kepada detikcom, Selasa (10/4/2007).Menurut dia, sangat penting dalam konsep baru tersebut untuk menanamkan konsep demokratis, mengingat generasi sebelumnya yang sudah tertanam budaya otoritarian dan organisasi kerahasiaan. "Konsep baru IPDN tidak akan memberikan jaminan, jika tidak ditanamkan semangat menghargai kebebasan dan keterbukaan," tambah Hutomo.Dosen di Universitas Paramadina ini menjelaskan, kekerasan di IPDN sudah menjadi budaya, karena itu perlu dikembangkan semangat berdiskusi antarmahasiswa yang dapat dibagi ke dalam kelompok kecil. Selain itu budaya militerisme juga tidak diperlukan di lembaga publik itu."Menurut undang-undang pendidikan nasional, sekarang ini murid atau mahasiswa yang menjadi pusat proses pembelajaran. Selain itu pergaulan yang egalitarian pun perlu ditanamkan satu sama lain," tegas Hutomo.Sosl sanksi yang dijatuhkan kepada Dosen IPDN Inu Kencana, menurut Hutomo hal itu sangat tidak tepat. "Inu itu suara yang lain, seharusnya jangan dibungkam tetapi didengarkan," tandas Hutomo.
(ndr/)











































