LP Kerobokan Ngutang Jatah Makan Rp 600 Juta

LP Kerobokan Ngutang Jatah Makan Rp 600 Juta

- detikNews
Kamis, 05 Apr 2007 20:18 WIB
Denpasar - Membludaknya jumlah para narapidana dan tahanan menyebabkan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Denpasar, Bali harus berutang Rp 600 juta hanya untuk memenuhi jatah makanan mereka. Bahkan LP Kerobokan telah berutang selama tiga bulan untuk mendapatkan makanan para penghuni LP terbesar di Bali itu. "Kita terpaksa berutang selama tiga bulan karena jatah makan antara jumlah napi dan tahanan melebihi anggaran," kata Kepala LP Kerobokan Ilham Djaya di LP Kerobokan, Jalan Gunung Shanghyang, Denpasar, Kamis(5/04/2007). Keluhan itu disampaikan Ilham kepada Komisi I DPRD Bali ketika menggelar sidak di LP. Sidak dipimpin oleh Wayan Sutena. Menurut dia, penghuni ideal LP Kerobokan sebanyak 500 orang. Namun, jumlah saat ini melebihi kapasitas karena jumlah narapidana dan tahanan saat ini mencapai 900 orang. Dari jumlah tersebut, 60 persennya adalah narapidana kasus narkoba. Akibat melebihi kapasitas, maka anggaran makan narapidana dan tahanan tidak sesuai dengan kebutuhan. Jumlah anggaran sebesar Rp 100-125 juta, sedangkan kebutuhan Rp 200 juta per bulan. Setiap narapidana dan tahanan mendapat jatah Rp 2.600 sekali makan. Jumlah penghuni LP Kerobokan yang melebihi kapasitas kerap memunculkan aksi kekerasan di dalam penjara. Aparat yang jumlahnya 120 orang tidak mampu mengatasi dan mengendalikan para narapidana dan tahanan . "Para penghuni LP adalah orang bermasalah, jadi wajar jika mereka berkelahi. Wong kalangan dewan saja juga bisa berkelahi," ujar Ilham tersenyum.Mendapat penjelsan itu, DPRD hanya manggut-manggut. "Kita berharap LP Kerobokan terus berkoordinasi dengan polisi, eksekutif serta legislatif," demikian Sutena. (gds/asy)


Berita Terkait