Penyebab GBS Bocah Lumpuh di Sampang Madura Masih Misterius
Kamis, 05 Apr 2007 18:45 WIB
Surabaya -
Ma'rifah penderita Guillain-Barre Syndrome (GBS) atau kelemahan motorik masih terbaring lemah di RSU dr Soetomo. Penyebab GBS yang dialami anak perempuan berusia 10 tahun masih misterius.Belum ada yang bisa memastikan apa yang menyebabkan GBS. Anggota Forum Pers RSU dr Soetomo, dr Agus Harianto SpA(K), hanya mengatakan bahwa penyakit yang diderita Ma'arifah termasuk langka."Hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. Kasus ini berbeda dengan lumpuh layu. Karena ini menyerang dua kaki langsung dengan rasa kesemutan," kata dr Agus ketika ditemui di kantor Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) RSU dr Soetomo, Surabaya, Kamis (5/4/2007).Menurut dokter spesialis anak ini, di semua daerah di Indonesia bisa berpotensi terserang penyakit langka dengan kelumpuhan mendadak ini. Tetapi, kata dr Agus, yang biasanya terjadi pada kasus seperti ini selalu didahului infeksi virus pada orang yang terserang demam. "Berbagai virus datang sehingga tidak dideteksi. Tapi muncul awalnya GBS itu bagaimana sulit diketahui," jelasnya. Agus menjelaskan, penderita GBS biasanya merasakan nyeri pada tungkai bawah kaki selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Akibatnya, penderita tidak bisa berdiri. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, lambat lain rasa nyeri dan lumpuh akan merembet ke atas. "Yang semula hanya ada di kaki saja. Bila sudah akut, maka nyeri dan kesemutan tersebut akan menyerang otot di sekujur tubuh. Lalu tidak bisa bergerak," terang dr Agus.Lebih mengkhawatirkan, jika pasien GBS terlalu lama berbaring, maka mereka mudah terserang decobitus atau luka terlalu lama akibat berbaring. Bahkan kelainan pembekuan darah bisa saja dialami penderita GBS. Inilah yang harus diwaspadai oleh dokter yang merawat pasien GBS. "Bila sudah menyerang otot dada, otot jantung atau paru, harus hati-hati. Sebab bisa mengakibatkan gagal nafas. Untuk itu, setiap akut, pasien selalu dipasang alat bantu nafas atau respirator," tambahnya. Untuk itu, perlu adanya pengobatan yang cepat dan tepat. Jika sejak dini sudah diketahui, maka 75 hingga 90 persen penderita GBS bisa sembuh.
(gik/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































