Saat Hamil 6 Bulan, FM Minta Pertanggungjawaban JS

Mahasiswi Cabuli Bocah SMP

Saat Hamil 6 Bulan, FM Minta Pertanggungjawaban JS

- detikNews
Kamis, 05 Apr 2007 16:15 WIB
Bandung - Pada Oktober 2005, perut FM, mahasiswi satu perguruan tinggi swasta di Bandung, semakin membuncit. Saat itu, FM telah hamil lima bulan. Di usia kehamilan enam bulan, FM memberanikan diri menghadap orangtua JS meminta pertanggungjawaban JS. FM mengaku hamil oleh JS, yang telah menjadi pacarnya sejak tahun 2003. Saat pertama kali bertemu pada 2003, FM berusia 19 tahun dan menjadi mahasiswi, sementara JS berusia 13 tahun dan bersekolah SMP. Pasangan beda usia 6 tahun itu berpacaran dan melakukan hubungan badan layaknya suami-istri. Dengan begitu, saat FM hamil pada tahun 2005, berarti usia FM 21 tahun, sedangkan JS 15 tahun. FM melakukan hubungan badan dengan JS berkali-kali dan atas dasar suka sama suka. FM membantah tudingan orangtua JS bahwa dirinya mencabuli JS yang masih di bawah umur. Sebab, saat itu, FM yang pertama kali menyatakan rasa cintanya kepada JS. Ketika mengetahui dirinya hamil, FM berterus terang kepada JS. "JS sangat kaget ketika saya beritahu soal kehamilan saya. Dia bilang "wah gak bisa"," kata FM kepada sejumlah wartawan di kantor pengacaranya, Djoni Widjaja Aluwi, di Jl. Panaitan, Bandung, Kamis (5/4/2007).FM yang saat ini sudah menjadi sarjana ini yakin bahwa dirinya hamil akibat berhubungan badan dengan JS. Dengan kehamilannya itu, FM tidak menggugurkan kandungannya dan terus memeliharanya. Akhirnya, saat kehamilannya menginjak 5 bulan, FM melapor kepada orangtuanya tentang yang dialaminya. "Saya lapor orangtua saya pada 25 Oktober 2005 tentang kehamilan saya. Setelah pada 25 November 20065, saya baru lapor ke orangtua JS," ujar FM. Awalnya, kata FM, dirinya sudah bersepakat dengan JS untuk menghadap orangtuanya bersama-sama. Saat itu, FM datang ke rumah JS di kawasan Jl. Soekarno-Hatta, Bandung dengan didampingi kakaknya. Ketika masuk ke rumah, FM pertama kali diterima oleh ayah JS. Lantas, ayah JS memanggil JS untuk menuju ruang tamu. Namun, yang muncul bukanlah JS, tapi ibu JS. Intinya, di depan ibunda JS, FM menjelaskan tentang kehamilannya yang diakibatkan hubungan badan dengan JS. Karena itu, FM meminta pertanggungjawaban JS. "Tapi, ternyata mereka tak mau bertanggung jawab. Mereka tidak mengakui ya sudah, saya tidak apa-apa. Saya pasrah saja kalau mereka tidak mau bertanggung jawab. Setelah itu, saya tidak menuntut apa-apa lagi. Saya juga tidak pernah meminta biaya sepeser pun untuk anak saya," ujar FM yang terlihat sedih. Setelah tak diakui oleh keluarga JS, FM pun bertekad melahirkan anaknya. Dan saat kehamilannya berusia 7 bulan, FM melahirkan anak laki-lakinya di RS Pantai Indah Kapuk Jakarta pada Desember 2005. Sementara itu, orangtua JS melaporkan FM ke polisi pada Juli 2006 dengan tuduhan yang serius: mencabuli anak di bawah umur. FM pun menjadi tersangka. Kasus ini akan segera disidangkan. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads