PM Thailand Bantah Tidak Akur dengan Pemimpin Junta
Jumat, 30 Mar 2007 14:56 WIB
Bangkok - Perdana Menteri (PM) Thailand Surayud Chulanont membantah telah terjadi perpecahan antara dirinya dan pemimpin junta militer. Bantahan ini disampaikan menyusul beredarnya rumor mengenai ketidakakuran antaraPM Surayud dan Jenderal Sonthi Boonyaratglin, pemimpin junta militer.Kabar itu berhembus setelah PM Surayud menolak memberlakukan status negara dalam keadaan darurat di Bangkok. Padahal Jenderal Sonthi secara terang-terangan telah mendesak Surayud untuk menerapkan status darurat di Bangkok guna mengatasi berbagai aksi potes atas kudeta militer September lalu.Namun Surayud menolak hal itu. Alasannya, situasi di Bangkok tidak memerlukan langkah drastis seperti itu. "Tak ada perpecahan. Kami telah mengadakan pembicaraan. Jenderal Sonthi dan anggota junta lainnya menjelaskan alasan mereka," kata Surayud yang dipilih oleh junta militer itu."Kami telah mencapai kesepakatan bulat untuk tidak memberlakukan keadaan darurat," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/3/2007).Dikatakan Surayud, dirinya telah berjanji kepada pemimpin junta untuk melakukan segala upaya guna mencegah memburuknya situasi di Bangkok. Menurut Surayud, pemimpin junta telah meminta pemerintahannya untuk bersiap-siap jika aksi demo yang dilancarkan dalam beberapa pekan terakhir ini terus meluas.
(ita/nrl)











































