Adam Damiri Tuding Unamet Punya Agenda Terselubung di Timtim
Jumat, 30 Mar 2007 13:32 WIB
Jakarta - Mantan Pangdam Udayana Letjen Purn Adam Damiri menuding The United Nations Mission in East Timor (Unamet) memiliki agenda terselubung di Timtim. Sebab kejadian tindak kekerasan antara kelompok pro intergasi dan pro kemerdekaaan di Timtim akibat adanya penentuan opsi pertama, kedua dan pascajejak pendapat yang dinilai tidak netral dilakukan Unamet."Itu pendapat pribadi saya ya, tentang konspirasi dari luar negeri mungkin Unamet curang," ujar Adam dalam klarifikasi dengar pendapat kedua Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KPP) di Hotel Crowne Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (30/3/2007).Dalam kesempatan itu, Adam menjelaskan kronologi sejumlah peristiwa sebelum dan sesudah jajak pendapat di Timor Leste dan bagaimana proses penarikan pasukan TNI dan pengamanan TNI untuk membantu Polri di Timtim.Menurut Adam, penarikan pasukan TNI dan anggota TNI untuk bersikap netral di Timtim merupakan instruksi panglima TNI -- saat itu Jenderal Wiranto -- agar dirinya mengamankan kondisi di Timor Leste termasuk mengamankan staf Unamet namun kekerasan semakin meluas. Oleh karena itu, komando kendali dialihkan dari Polda ke Pangdam Udayana sesuai dengan surat telegram pangdam bernomor SR/551/1999 tanggal 5 September 1999 yang mulai berlaku sejak pukul 19.00 WIB.Namun karena kekerasan seperti pembunuhan, penjarahan, pengrusakan gedung dan pengusiran masih terjadi maka Timtim diberlakukan status darurat militer sejak tanggal 7 September 1999 dan saat itu komando kendali dialihkan dari Pangdam Udayana ke Panglima darurat militer yang dijabat Kiki Syahnakri.Sedangkan Pangdam Udayana saat itu kembali ke Kupang untuk menertibkan dan mensweeping senjata yang dibawa para pengungsi.
(nik/nrl)











































