Hidupkan Biro Beijing, Antara Gandeng Xinhua

Hidupkan Biro Beijing, Antara Gandeng Xinhua

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2007 18:55 WIB
Jakarta - Kantor Berita Antara menghidupkan kembali biro Beijing. Antara juga menggandeng Kantor Berita Xinhua untuk saling meningkatkan kerja sama pertukaran berita. Kerja sama Antara dan Xinhua ini terungkap dalam pertemuan Presiden Kantor Berita Xinhua Tian Congming dengan Sekjen Depkominfo Ashwin Sasongko dan Pemimpin Umum LKBN Antara Asro Kamal Rokan, di Kantor Xinhua, Beijing, Kamis (29/3/2007). Sebagaimana rilis Antara, pertemuan tersebut juga merupakan pemberitahuan kepada Xinhua bahwa kantor berita milik pemerintah Indonesia ini membuka bironya di Beijing yang sejak tahun 2001 ditutup.Menurut Congming, Indonesia dan Cina mempunyai persamaan dan keinginan yang sama dalam upaya meningkatkan hubungan informasi dan informatika. "Saya melihat hubungan informasi Cina dengan Indonesia selama ini telah berjalan baik dan saya berharap dibukanya kembali Biro Antara di Beijing juga bisa mempromosikan potensi Cina kepada masyarakat Indonesia," kata Congming.Demikian pula sebaliknya, Xinhua akan memberitakan dengan sebaik-baiknya berbagai informasi dan potensi Indonesia kepada masyarakat Cina. Oleh sebab itu, ia menyambut baik pembukaan kembali Biro Antara di Beijing karena hal itu diyakini bisa memberikan manfaat positif bagi kedua negara dan masyarakat.Sekjen Depkominfo Ashwin Sasongko berharap dengan dibukanya kembali Biro Antara di Beijing maka kerjasama kedua kantor berita tersebut bisa lebih berkembang lagi dan saling menguntungkan. "Pemerintah khususnya Depkominfo akan selalu memberikan dukungan kepada kedua kantor berita itu untuk terus meningkatkan hubungan kerjasama pertukaran berita," kata Ashwin. Pemimpin Umum LKBN Antara Asro Kamal Rokan menilai, hubungan kerja sama Antara dengan Xinhua merupakan hubungan yang penuh sejarah sehingga seharusnya terus dipertahankan. "Dibukanya kembali Biro Antara di Beijing merupakan bagian Antara untuk menjalin hubungan lebih erat lagi dengan Xinhua," kata Asro. (asy/asy)


Berita Terkait