Iran Akan Bebaskan Pelaut Inggris

Iran Akan Bebaskan Pelaut Inggris

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2007 03:42 WIB
Teheran - Krisis di Iran pascaresolusi PBB terus berlanjut. Iran pun menegaskan akan membebaskan pelaut Inggris yang ditawan di perairan Iran dalam satu atau dua hari mendatang. Pelaut itu ditahan bersama dengan 14 mahasiswa lainnya."Dia akan segera dibebaskan dalam waktu satu atau dua hari lagi," kata juru bicara Deplu Iran Mohammad Ali Hosseini seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/3/2007).Penahanan terhadap pelaut Inggris ini menyusul ketegangan di Iran menyusul rencana negara Persia itu untuk menambah pengayaan nuklirnya. Amerika Serikat (AS) pun sempat membuat latihan perang di kawasan Teluk.Penahanan ini juga menambah ketegangan antara Iran dengan Inggris. PM Inggris Tony Blair sempat mengancam jika Iran tidak segera membebaskan pelaut itu, maka Inggris tak segan-segan untuk mengurung Iran secara total.Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pernah mengumumkan bahwa Iran sudah memproduksi komponen untuk sekitar 3.000 mesin pemisah sentrifugal, yaitu mesin yang berfungsi memperkayauranium. Mesin itu dibangun di sebuah fasilitas nuklir bawah tanah. International Institute for Strategic Studies yang berbasis di London yakin kemungkinan besar Iranakan menyelesaikan pemasangan 3.000 mesin pemisah di Natanz di akhir Maret. Pusat riset bergengsi ini yakin bahwa dalam 11 bulan setelah mengoperasikan mesin pemisah tersebut, fasilitas Natanz akan mampu memproduksi 25 kilo uranium untuk keperluan senjata.Dengan kata lain, Iran bisa jadi hanya perlu waktu dua atau tiga tahun lagi sampai memiliki senjata nuklir. Jangka waktu ini sedikitnya satu tahun lebih cepat dari perkiraan Dunia Barat sebelumnya.Pada akhir Januari, Iran sempat menolak akses bagi 38 pemeriksa IAEA dari negara barat untuk tidak memasang kamera di dalam ruang mesin pengolah bawah tanah di Natanz. Hanya tekanan terus menerus dari dunia internasional saja yang membuat Taheran akhirnya mengalah seminggukemudian dan mengizinkan pemasangan kamera IAEA di ruang mesin pemisah tersebut.IAEA pun telah membatalkan tujuh proyek bersama dengan Iran dan sedang mempertimbangkan untuk membatalkan 12 proyek lainnya. (ary/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads