Hadapi UN, Bimbel Saja Tak Cukup
Rabu, 28 Mar 2007 01:43 WIB
Jakarta - Ujian Nasional (UN) yang rencananya akan berlangsung pertengahan April mendatang mendapat perhatian banyak pihak. Apalagi terkait kesiapan siswa dalam menjawab soal-soal yang diajukan.Bahkan beberapa pihak mengimbau siswa untuk ikut bimbingan belajar (bimbel) yang terus marak ditawarkan berbagai lembaga bimbingan belajar. Namun, tidak demikian bagi Ketua Rayon 3 SMA Jakarta, Pernon Akbar."Bimbel tidak punya metodologi dan pedadogi yang terarah. Ia hanya instan saja.Setelah dilalui, pasti akan dilupakan," ujar Pernon Akbar yang juga Kepala Sekolah SMA 13 ketika ditemui di ruang kerjanya, Jl Seroja 1, Koja, Jakarta Utara, Selasa (27/3/2007).Atas alasan itu, Pernon tidak setuju bila dikatakan lembaga bimbingan belajarmembantu siswa dalam menyelesaikan soal-soal UN maupun ujian masuk perguruan tinggi negeri. Pernon lebih memberatkan pada institusi sekolah yang justru didorong untuk dapat menyelesaikan persoalan itu.Kendatipun demikian, ia tidak melarang bila siswanya mengikuti bimbingan belajar."Nggak jaminan bimbel itu menolong siswa. Sekolah yang lebih tahu kondisi murid. Itu tanggungjawab sekolah. Kalaupun ada yang mau ikut, itu kemauan sendiri," tandas Pernon dengan yakin.Bantahan Pernon menjawab himbauan Kepala Dikmenti DKI Jakarta Margani Mustar,kemarin. Menurut Margani, bimbel diperlukan untuk menunjang siswa SMP/SMA dalammenjawab soal UN hingga dapat terhindar dari ketidaklulusan.
(Ari/nvt)











































