Densus 88 Intai Rumah Choirul Sejak Pukul 02.00 WIB
Senin, 26 Mar 2007 13:12 WIB
Surabaya - Untuk menangkap Achmad Sahrul Umam alias Choirul (24), Densus 88 Anti Teror memerlukan strategi yang cukup matang. Bahkan polisi harus menyanggongnya sejak dinihari. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi bila ada perlawanan dari tersangka. Sebab polisi khawatir tersangka akan meledakkan bomnya. Informasi yang dihimpun detikcom, sejumlah polisi berseragam sipil terlihat mengawasi rumah Choirul sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (26/3/2007). "Warga sempat curiga. Kok ada beberapa orang yang tak dikenal di kampung kita tadi malam," kata salah satu warga. Kabar lainnya, penyanggongan itu dilakukan polisi karena ada kabar akan ada anggota jaringan teroris Abu Dujana yang akan datang ke rumah Choirul. Sehingga begitu pertemuan terjadi di rumah Choirul, maka polisi langsung menggerebeknya. Menurut petugas, bahwa beberapa hari lalu Choirul mendapat kiriman barang di Terminal Bungurasih. "Keterangan dari keluarga tidak tahu menahu soal barang itu," kata polisi yang keberatan disebut namanya. Ketua RW 14 Simo Gunung, Ny Siti Muzamzamah mengakui dirinya sudah dihubungi polisi tentang penangkapan itu. "Tapi tidak dijelaskan penangkapan apa. E...nggak tahunya soal bom...kaget juga saya," kata wanita berkerudung ini. Siti mengaku selama ini tidak tanda-tanda mencurigakan pada tetangga sebelah rumahnya itu.
(gik/asy)











































