Tangani Iran, Presiden SBY Telepon Ahmadinejad dan Mbeki

Tangani Iran, Presiden SBY Telepon Ahmadinejad dan Mbeki

- detikNews
Jumat, 23 Mar 2007 12:02 WIB
Jakarta - Indonesia kembali menegaskan kontribusinya secara konstruktif mencari solusi terkait nuklir Iran. Demi hal ini, Presiden SBY telah menelepon Presiden Iran Ahmadinejad dan Presiden Afrika Selatan (Afsel) Tambo Mbeki. "Saya tengah malam tadi telah menghubungi Presiden Iran Ahmadinejad untuk menegaskan kembali tekad RI berkontribusi secara konstruktif mencari solusi terkait nuklir Iran," kata SBY dalam keterangan persnya di Istana Negara, Jalan Medan Medeka Utara, Jakarata Pusat, Jumat (23/3/2007).Saat bertelepon itu, SBY kembali menyampaikan kepada Ahmadinejad untuk mengurangi ketegangan yang terjadi dengan bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) atau badan atom dunia dan bernegosiasi dengan pihak lain, agar masalah ini dapat diselesaikan secara damai.Presiden SBY juga telah memerintahkan Menlu Hassan Wirajuda dan Dubes RI di PBB untuk terus memantau dan melaporkan setiap perkembangan yang ada terkait draf resolusi untuk menjatuhkan sanksi kepada Iran karena program nuklirnya."Saya minta dilaporkan bila ada keputusan pada tingkat yang harus saya ambil terkait suara kita di Dewan Keamanan PBB," ujar SBY. Sebelum menghubungi Presiden Iran, SBY juga menghubungi Presiden Afrika Selatan (Afsel) Tambo Mbeki terkait dengan posisi Afsel yang sangat penting dalam keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Afsel merupakan negara yang termasuk menentang pemberian sanksi terhadap Iran. Saat berkomunikasi itu, kedua kepala negara berpendapat sebaiknya betapa pun kecil peluang yang ada, sebisa mungkin ditempuh penyelesaian melalui jalur negosiasi dan diplomasi dibanding sanksi yang keras. Dikhawatirkan sanksi baru untuk masalah Iran maupun negara Timur Tengah akan membawa dampak yang lebih luas apabila tidak dipikirkan secara baik.Presiden dan Mbeki berpendapat, sebaiknya seluruh pihak terkait menggunakan peluang yang ada untuk menghindari jatuhnya sanksi baru yang lebih keras. "Sebaiknya semua anggota dewan Keamanan PBB termasuk yang tidak tetap diberi peluang menyampaikan pandangannya sehingga resolusi apapun nanti tidak berpihak tapi menyangkut pandangan semua negara," imbuh SBY.Terkait dengan draf resolusi yang dikeluarkan, Indonesia akan mempelajari secara seksama. Pemerintah berharap kalau pun nanti ada resolusi yang dijatuhkan ke Iran, konteksnya tidak keluar dari semestinya."Karena draf resolusinya sudah ada, Indonesia akan mempelajari dengan seksama, kita berharap kalupun ada resolusi baru itu tidak keluar konteks tapi memberi jalan tengah terbaik," tandas SBY. (nik/asy)


Berita Terkait