Bak Pool Dadakan, DPRD Surabaya Diduduki Ratusan Sopir Taksi
Kamis, 15 Mar 2007 12:39 WIB
Surabaya - Gedung DPRD Kota Surabaya tiba-tiba menjadi pool dadakan. Ratusan sopir armada taksi Bosowa sejak pagi memarkirkan kendaraannya di Jl Yos Sudarso, Surabaya, Kamis (15/3/2007).Aksi mogok sopir taksi berwarna biru ini dipicu kebijakan manajemen PT Merpati Wahana Taxi sebagai pengelola Bosowa yang akan memberlakukan setoran baru yang dianggap merugikan para sopir.Dalam aksinya, para sopir juga membawa poster yang isinya antara lain tuntutan pemecatan Bambang Dody dari jabatan Kabag Personalia PT Merpati Wahana Taxi."Manajemen membuat aturan setoran baru tanpa ada kesepakatan dengan para karyawan. Ekonomi yang sudah sulit seperti sekarang kok ada aturan yang jelas-jelas membuat sopir kelenger," cetus Munir, perwakilan sopir taksi Bosowa, saat ditemui detikcom.Ia menambahkan, aturan baru yang dianggap merugikan itu adalah mengenai bagi hasil setoran yang tidak berimbang. "Dari hasil setoran kotor dikurangi BBM, kemudian baru sopir mendapatkan 20 persen dari pendapatan bersih," terang Munir.Hal itu dianggap Munir dan rekan-rekannya jelas-jelas merugikan mereka. Karena sebelumnya, pendapatan yang didapatkan para sopir adalah pendapatan bersih yang kemudian dikurangi 20 persen untuk mereka.Karena merasa ditindas itulah, beberapa perwakilan sopir mengadukan nasibnya ke Komisi B DPRD Surabaya. Ketua Komisi Ali Yacoeb menjanjikan akan mempertemukan manajemen dengan para sopir untuk menyelesaikan masalah tersebut."Jika manajemen tak mau datang hari ini, kita semua akan menginap di DPRD. Sebab kita khawatir jika hari ini kita tetap jalan, maka akan dikandangkan oleh manajemen," tandas Munir.
(gik/sss)











































