Diwarnai Kericuhan, Raker Komisi I DPR dan Direksi TVRI Diskors
Selasa, 13 Mar 2007 20:59 WIB
Jakarta - Karena diwarnai kericuhan, rapat kerja (Raker) antara Komisi I DPR dengan jajaran direksi TVRI dan Dewan Pengawas TVRI diskors hingga waktu yang belum ditentukan. Padahal, masih banyak pertanyaan anggota dewan yang belum terjawab oleh Dewan Pengawas dan Direksi TVRI. Raker digelar di ruang Komisi I DPR, Gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (13/3/2007) mulai pukul 16.00 WIB. Wakil Ketua Komisi I DPR Sidharto Danusubroto menskors dan menutup rapat ini pada pukul 19.50 WIB, setelah kericuhan itu memuncak. Pada awalnya, raker ini diharapkan bisa selesai malam ini. Tapi, apa daya hati dua anggota DPR, Marzuki Darusman dan Ali Muchtar Ngabalin sama-sama mendidih. Perang interupsi antarkeduanya berujung nyaris bentrok fisik. Beruntung, sejumlah anggota DPR lainnya menahan laju Ali Muchtar Ngabalin.Di kala kericuhan ini memuncak, sejumlah anggota DPR seperti Suparlan (FPDIP), Tristanti Mitayani (FPAN), dan Yuddy Chrisnandi (FPG) mengusulkan kepada pimpinan sidang untuk mengakhiri rapat dan menundanya hingga waktu yang tidak ditentukan. Akhirnya, pimpinan sidang pun menyetujui dan menundanya tanpa ada kesepakatan mengenai jadwal raker selanjutnya. Suasana panas raker ini terasa sejak awal-awal acara ini dibuka. Sejumlah anggota DPR mengeluarkan sejumlah pertanyaan mengenai kebijakan direksi TVRI yang tidak maksimal, dan bahkan cenderung mengorbankan karyawan. Persoalan memuncak saat sesi jawaban dari Dewan Pengawas dan Direksi TVRI. Jawaban Dewan Pengawas diawali oleh anggotanya, Robik Mukav. "Dua puluh persen suara saya akan saya berikan untuk mengubah jajaran direksi. Karena masalah leadership sangat buruk, dengan bukti tidak berani menghadapi anak buah," kata Robik Mukav.Setelah Robik menyatakan hal ini, Ali Muchtar interupsi. "Instruksi pimpinan. Saya minta itu dihentikan. Itu tidak etis. Suara Dewas (Dewan Pengawas-Red) harus satu, tidak boleh personal," kata Ali. Interupsi ini dibalas Marzuki Darusman. "Interupsi pimpinan, saya minta diteruskan, saya minta diteruskan," kata mantan Jaksa Agung itu.Dari balas interupsi antara Ali Muchtar dan Marzuki Darusman inilah kericuhan semakin 'sempurna.' Sejumlah anggota Komisi I DPR menenangkan Ali Muctar, sementara sejumlah anggota DPR perempuan tampak duduk di kursinya memperlihatkan muka-muka resah. Akhirnya, karena kericuhan memuncak, raker pun ditutup dan diskors. Sementara tak seorang direksi TVRI belum sempat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan DPR. Hanya saja, sejumlah karyawan TVRI yang duduk di 'balkon' tampak bersorak mendukung pergantian direksi TVRI. Seusai rapat diskors, Direktur Bidang Program TVRI Rully Iswahyudi tidak mau komentar saat ditanya wartawan. Dia hanya melambaikan tangan sebagai tanda 'no comment.
(asy/asy)











































