Ratusan Korban Gempa Sumbar Mulai Diserang ISPA
Selasa, 13 Mar 2007 17:57 WIB
Padang - Ratusan korban gempa Sumatera Barat (Sumbar) yang berada di tenda-tenda pengungsian mulai mengalami insfeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Hal ini disebabkan kurangnya ketersedian air bersih dan cuaca yang berubah-ubah. "Di pengungsian, tubuh manusia rentan terhadap berbagai penyakit yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan, termasuk ISPA. Kita sudah berkoordinasidengan puskesmas kabupaten/kota untuk tidak memberikan pengobatan tapi juga penyuluhan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri, melalui telepon, Selasa (12/3/2007). Dikatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar, serangan ISPA dan diare terhadap warga korban gempa paling banyak ditemui di Kabupaten Agam. Di sana,puluhan warga menderita diare dan ratusan lainnya terkena ISPA. Bila kondisi ini berlanjut dan korban terus bertambah, tidak tertutup kemungkinan akan dinyatakan KLB."Di Solok warga yang terserang ISPA sekitar 310 orang dan diare sekitar 21 orang. Sementara, di Tanahdatar 77 orang menderita ISPA, 21 orang diare. Angka yang nyaris sama juga ditemui di beberapa kabupaten/kota lainnya," ujar Rosnini.Rosnini menambahkan, warga yang merasa mengalami gangguan kesehatan untuk secepatnya mendatangi posko kesehatan setempat. Masyarakat tidakperlu khawatir kekurangan obat karena stok yang dimiliki mencukupi.Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Sumbar, sejumlah fasilitas kesehatan di Sumbar rusak akibat gempa. Fasilitas kesehatan yang rusak itu adalah puskesmas 31 unit, puskesmas pembantu 31 unit, dan Polindes 17 unit.
(yon/djo)











































