Tips Aman Naik Taksi: Taksi Mendadak Berhenti? Turunlah!

Tips Aman Naik Taksi: Taksi Mendadak Berhenti? Turunlah!

- detikNews
Selasa, 13 Mar 2007 15:19 WIB
Jakarta - Komplotan perampok penumpang taksi kembali marak dan kian nekat saja. Meski hari masih sore, mereka sudah berani beraksi. Tips naik taksi aman tampaknya harus Anda cek kembali.Tips dari Pak Polisi, penumpang taksi harus sigap jika sopir tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Kejahatan umumnya berawal ketika sopir berhenti dengan alasan yang macam-macam, seperti ban bocor.Apabila sopir taksi berhenti mendadak, penumpang harus segera keluar dari taksi, jangan pernah berada di dalam taksi pada saat berhenti, baik dengan alasan ban bocor atau alasan lainnya.Biasanya sopir taksi bekerja sama dengan komplotannya yang berada di belakang. Dalam waktu singkat, komplotannya langsung masuk taksi dan menodong korban.Tips lainnya, jangan menggunakan taksi yang berkaca gelap, serta tidak menggunakan taksi yang tidak pernah mangkal."Kalau pun mangkal, dia (sopir) tidak mau, itu bisa dicurigai, biasanya mereka selalu diikuti oleh taksi di belakang," ujar Kasat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, AKBP M Fadil Imran, sebagaiman dilansir detikcom pada 12 Januari silam.Taksi-taksi yang menggunakan tarif lama pun perlu diwaspadai. Selain itu, jangan menggunakan taksi yang nopolnya dilumuri cat gemuk.Pada Kamis 11 Januari, 6 tersangka perampok taksi dilumpuhkan polisi. Dua di antaranya tewas tertembak karena melawan. Sedangkan 1 orang menjadi buronan. Perampok taksi dan komplotannya ini umumnya mengincar kaum wanita.Setelah peristiwa itu, perampokan penumpang taksi mereda. Bandit berulah lagi pada Senin 12 Maret 2007. Pada pukul 19.30 WIB, Ade Sutisna (29) dan Hilda Karmilasari menjadi korban perampokan setelah naik taksi dari depan Carrefour Ratu Plaza, Jalan Jenderal Sudirman. Ketika sampai di depan Hotel Century -- sekitar 200 meter dari Ratu Plaza -- yang suasananya sepi, sopir menghentikan taksi dengan alasan lampu depan mati. Lalu masuklah dua penjahat dan menguras harta benda kedua perempuan itu, kerugian ditaksir Rp 10 juta. Waspadalah! (nrl/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait