Anggota FKB DPRD Jatim Lempar Asbak, Polisi Mengusut
Selasa, 13 Mar 2007 12:57 WIB
Surabaya - Rapat internal FKB DPRD Jatim membahas Pansus mengenai dampak luapan lumpur sempat ricuh. Pelemparan asbak terjadi di ruang fraksi di lantai 2. Saat ini, polisi mengusut kasus ini. Si pelempar asbak adalah Jafar Shodik, anggota FKB kubu Muhaimin. Asbak itu meluncur ke arah Firdaus Fibrianto yang merupakan anggota FKB kubu Choirul Anam. Beruntung, asbak itu tidak mengenai Firdaus. Situasi sempat memanas dan tegang di ruang FKB gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya itu. Anggota yang lain pun langsung berusaha melerai pertengkaran itu. Jafar Shodiq mengatakan tersinggung dengan penyataan firdaus."Saya tersinggung karena saya dituduh punya simpanan di Perum TAS. Padahal saya memang korban, saya punya rumah di situ di Blok I/8 No 39," kata Jafar usai pertemuan tertutup itu.Ketua Fraksi PKB Masruroh Wahid enggan mengomentari kejadian memalukan tersebut. "Jangan memancing atau memperkeruh keadaan," kata dia.Menurut dia, di fraksi utuh, tidak terbelah belah antar dua kubu. "Anggota FKB tetap 31 orang, tidak kelompok 12 (Muhaimin) atau 19 (Anam)," tegasnya.Achmad Firdaus Febrianto menolak mengungkap kejadian itu. "Ah tidak ada apa-apa. Tadi hanya guyonan biasa. Guyon yang tidak perlu dibesar besarkan," katanya.Sementara itu, setelah rapat internal usai, sekitar pukul 12.50 WIB, setidaknya tiga polisi langsung mendatangi ruang FKB. Dua polisi tak berseragam dan satu polisi berseragam itu mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait kasus pelemparan asbak itu. Hingga pukul 12.55 WIB, tiga polisi itu masih mengumpulkan barang bukti dan melakukan penyelidikan di lokasi. Sementara para anggota FKB sudah memasuki ruang sidang paripurna yang membahas tentang pembentukan Pansus Lumpur ini.
(asy/nrl)











































